Kucing-kucingan

Satpol PP Kesulitan Tertibkan “Pak Ogah”


Rabu, 16 Desember 2015 - 04:02:35 WIB
Satpol PP Kesulitan Tertibkan “Pak Ogah”

Di satu sisi, keberadaan pak ogah membantu pe­ngemudi untuk putar arah pada saat-saat macet, namun di sisi lain tidak sedikit para pemilik mobil yang merasa terganggu dengan keha­di­ran mereka, sebab ada juga sebagian pak ogah yang  bertindak nakal.

Pro dan kontra tentang kehadiran pak ogah pun mulai merebak di kalangan para pemilik mobil. Dari pantauan Haluan, Selasa (15/12), sebagian besar yang menjadi pak ogah memang anak-anak, namun sebagian lagi juga terlihat para pe­muda.

Baca Juga : Ada 52 Kasus Pernikahan di Bawah Umur di Kota Padang Tahun 2020, Penyebab Utama 'Hamil Duluan'

“Bagi saya kehadiran pak ogah cukup menolong, karena saat pulang kerja di sore hari ketika hendak berbalik arah, saya merasa tertolong, sebab terkadang banyak juga pengendara mobil yang tidak mau me­ngalah atau memberi celah untuk para pengembudi yang hendak berbalik arah,”  ungkap Reni (38), salah satu karyawan swasta.

Hal sebaliknya diung­kapkan Zulkarnaini (45), bagi dia keberadaan pak ogah yang membantu para pengemudi berbalik arah itu cukup menganggu.

Baca Juga : Cuma 2 Menit, Cetak Dokumen Kependudukan di Disdukcapil Kota Padang dengan Anjungan Dukcapil Mandiri

“Tanpa mereka pun saya kira para pengemudi tidak akan kesulitan untuk putar arah,” katanya.

Lebih jauh lelaki yang akrab disapa Zul itu me­ngatakan, keberadaan pak ogah terkadang me­merah­kan telinga, sebab sering terlontar kata-kata yang kurang pantas jika tidak mendapat upah dari im­balan jasanya.

Baca Juga : Terdampak Pandemi Covid-19, Angka Pernikahan di Kota Padang Turun 10 Persen

Sementara itu, Dodi (33) yang juga seorang pe­ngen­dara mobil melihat pak ogah dari dua sisi. “Ke­beradaan pak ogah di tem­pat-tempat putar arah ter­sebut sebenarnya cukup menolong, namun di sisi lain, terkadang mereka suka seenaknya berdiri di tengah jalan. Saya takutnya kalau sampai tertabrak, kan ma­salahnya jadi panjang,” tutur Dodi.

Hal yang sama juga di­ung­kapkan BB (57), pe­dagang yang berjualan di Jalan Hamka. Menurut dia, jika hanya satu atau dua orang, pak ogah tersebut sebenarnya membantu para pengemudi, namun ma­salahnya jika mereka sudah banyak, maka tindakan me­reka pun mulai beragam.

Baca Juga : Masa Reses DPRD Padang, Irawati Meuraksa Siapkan Program Tepat Guna untuk Masyarakat

“Kalau saya lihat mereka hanya menawarkan jasa, yang seharusnya dilakukan oleh Lantas. Apa lagi saat hujan turun, sepanjang Jalan Hamka ini akan dilanda macet. Saat itu peranan pak ogah cukup membantu bagi mereka yang hendak balik arah. Apalah arti uang se­ribu bagi para pengendara mobil,” tuturnya.

Ari, salah salah satu pak ogah, yang ditemui Haluan, mengatakan, dia kerja se­perti itu, selain untuk untuk mencari uang jajan juga karena sebagian dari komu­nitasnya putus sekolah.

“Kami tidak ada ke­giatan,” tutur Ari.

Lebih jauh remaja yang mengaku duduk di bangku kelas dua SMA itu men­jelaskan, jika ia teman-teman hanya membantu para pengemudi mobil yang hendak memutar arah.

“Jika dikasih kami teri­ma, jika tidak diberi, ya, tidak apa-apa,” tambahnya.

Ari dan enam teman lainnya yang menjadi pak ogah tak jauh dari kampus UNP itu tertib bergilir mem­bagi jatah mereka per satu mobil yang hendak putar arah.

“Kami di sini bergilir, membantu satu persatu mo­bil yang hendak putar arah,” tutur Ryan.

Lebih jauh para pak ogah itu menjelaskan, sejauh ini belum ada teguran atau larangan dari pihak yang berwajib, yang pernah me­razia mereka ialah Sat pol PP. Selama tidak ada la­rangan mereka akan tetap berprofesi menjadi pak ogah.

Sementara itu Firdaus Ilyas, Kepala Sat Pol-PP Kota Padang menjelaskan, jika persolan pak ogah dili­hat dari sudut anak jalanan, maka pihaknya telah sering mengadakan razia.

“Selagi pak ogah ter­sebut meresahkan, maka kami dari Satpol PP terus melakukan razia, namun tentunya kami tidak bisa mengawasi mereka selama 24 jam. Apalagi mereka main kucing-kucingan de­ngan pihak sat pol-pp,” tutup Firdaus.(h/mg-ysn)  

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]