Walikota Janjikan Perbaikan Drainase Aia Pacah


Rabu, 16 Desember 2015 - 04:02:58 WIB
Walikota Janjikan Perbaikan Drainase Aia Pacah

Pantauan Haluan pada Selasa (15/12) di lokasi tersebut, warga telah me­masang spanduk ber­tulis­kan ‘terimakasih atas pem­bangunan jalur dua bypass, tetapi karena warga RW 3 dan RW 7 selalu kebanjiran, maka warga memohon agar pembangunan jembatan atau gorong-gorong di ka­wasan tersebut dihentikan hingga ada solusi untuk mengatasi banjir yang selalu menghantui warga’.

Walikota Padang Mah­yeldi Ansharullah, kepada Haluan saat meninjau ke lokasi tersebut mengatakan, permintaan warga untuk pembangunan drainase yang lebih lebar di kawasan ter­sebut merupakan bentuk kepedulian warga terhadap pembangunan jalur dua by­pass.

Baca Juga : Masa Reses DPRD Padang, Irawati Meuraksa Siapkan Program Tepat Guna untuk Masyarakat

“Ini bukti warga me­ngerti dengan yang mereka butuhkan. Mereka cerdas dan mengerti mana yang berdampak buruk dan mana yang baik. Untuk itu, ber­dasarkan surat yang disam­paikan warga kepada Pem­ko Padang melalui LPM Kelurahan, saya sudah kon­tak PU Provinsi dan Balai Wilayah Sungai untuk men­carikan solusi terbaiknya,” ucap Mahyeldi.

Mahyeldi menilai, per­mintaan warga Kelurahan Aia Pacah sudah tepat dan sesuai dengan momen pem­bangunan yang masih berja­lan. Karena jika disam­pai­kan setelah pembangu­nan­nya selesai, maka akan sa­ngat sulit untuk menga­komodirnya.

Baca Juga : Ada Perbaikan Pipa Perumda AM Kota Padang di Lubuk Minturun, Siap-siap Tampung Air!

“Logika yang disam­pai­kan warga sudah tepat. Ben­tangan sungai di atas sudah 12 meter, sedangkan ben­tangan di bawah ini hanya lima meter. Tentu saja me­mang dapat menyebabkan banjir, seperti yang dialami warga di dua RW di sini. Termasuk juga soal gorong-gorong di kiri dan kanan. Sebagiannya kecil dan se­bagian lagi besar. Kami sudah sampaikan agar sa­luran air di sini dapat diper­lebar. Semoga apa yang diharapkan masyarakat da­pat direspon instansi terkait di provinsi,” lanjutnya lagi.

Ketua LPMK Aia Pacah Arifin Musa, di saat ber­samaan menyampaikan, kawasan di jembatan dekat kampus Baiturrahmah me­mang merupakan kawasan paling rendah, sehingga semua aliran air dari ber­bagai penjuru mengalir ke kawasan tersebut. Sedang­kan, lebar saluran air di jembatan yang dibangun hanya lima meter saja, se­hingga warga harus men­derita kebanjiran setiap waktu.

Baca Juga : Tanaman Hias Jenis Keladi Paling Banyak Dicari Emak-emak di Padang

“Aliran dari Batang La­kuang, Lubuak Minturun, Batang Rencong, Sungai Duo, Sungai Lareh dan Ban­da Lurus semua bermuara ke sini. Sehingga imbasnya banjir terus ditanggung se­kitar 300 KK yang tinggal di dua RW terdekat. Oleh karena itu kami berharap pemerintah terkait dapat mencarikan solusi sebelum pembangunan bypass di­lanjutkan. Apakah itu di­perlebar atau dibuat jem­batan gandeng, itu terserah pemerintah, yang penting tidak banjir lagi,” tukasnya.

Setelah Walikota Pa­dang berdiskusi singkat di lokasi tersebut dengan be­berapa jajarannya, warga di pimpin oleh Ketua RW 3 sepakat untuk membuka kembali spanduk per­mo­honan agar pembangunan jalur dua bypass dihentikan. Warga pun berharap agar pelebaran drainase bisa segera dilakukan. (h/mg-isq)

Baca Juga : GOR H Agus Salim Padang Ditutup, Masyarakat Beralih Olahraga ke Unand

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]