Diterjang Banjir Bandang di Pasaman

Musala dan Rumah Hanyut


Rabu, 16 Desember 2015 - 04:20:36 WIB
Musala dan Rumah Hanyut

Banjir tidak hanya mero­bohkan dua unit bangunan itu saja, tetapi puluhan ru­mah warga juga terendam air bercampur lumpur de­ngan ketinggian mencapai satu meter. Sejauh ini, tidak ada korban jiwa dalam pe­risiwa itu. Namun, puluhan warga harus mengungsi ke rumah famili dan tempat yang lebih aman.

Juga dikabarkan, jalan lingkar nagari yang menghu­bungkan Jorong Padang Sarai dengan Kampung Pa­dang Paramandareh ter­putus karena diseret arus air. Listrik pun padam karena satu tonggak listrik ikut terseret deras air bah.

Baca Juga : Polemik Siswi Non-Muslim Pakai Jilbab, Ketua LKAAM: Jangan Biarkan Kasus Ini Digoreng Terus oleh Berbagai Pihak, Peraturan Soal Ini Sudah Berjalan 15 Tahun

Kepala Jorong Kam­pung Padang Para­mandareh No­viar menye­butkan, kam­pungnya sudah menjadi lang­ganan banjir saat Ba­tang Sumpur meluap. Di­tambah lagi Batang Para­man turut meluap, sehingga Kampung Padang Para­man­dareh dikepung arus sungai. Sigap dengan kondisi itu, warga Kampung Padang Paramandareh telah lebih dulu mengungsi, sebelum air terlanjur tinggi.

“Hujan sudah mulai pa­da siang harinya, dan inten­sitasnya terus meningkat pada sore. Warga pun sudah was-was. Kebanyakan warga di sini telah mengungsi ke rumah sanak fa­mili, dan tempat yang dirasa aman dari jangkauan banjir,” kata Noviar. Sementara itu, pihak BPBD, Satpol PP, polisi dan TNI ber­jibaku mengevakuasi warga yang tidak sempat mengungsi dan terjebak banjir.

Baca Juga : Suami-Istri di Bukittinggi Perkosa Gadis, LKAAM Sumbar: Sungguh Memalukan!

Kepala BPBD Pasaman M Sayuti Pohan menyebutkan, tidak banjir bandang yang terjadi me­lain­kan hanya banjir besar saja. Ia mengakui, ketika pihaknya mendapatkan informasi peris­tiwa itu, langsung diperintahkan anggotanya turun ke lapangan untuk melakukan evakuasi.

“Kami mengevakuasi para korban banjir ke Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Pasaman. Di sana telah kami sediakan semua kebutuhan korban. Mulai dari selimut, pakaian, hingga perleng­kapan lainnya,” tutur Pohan.

Baca Juga : Yulianto Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Pasangan Hamsuardi-Risnawanto Sebagai Kepala Daerah Pasbar yang Baru

M. Sayuti Pohan menam­bahkan, untuk sementara juga dilaporkan belasan hektar lahan pertanian sawah milik warga, terancam gagal panen karena terkena dampak banjir. “Listrik padam, kondisi sangat gelap. Jadi, kami belum bisa me­mas­tikan apakah ada korban jiwa, atau kerusakan rumah warga lainnya, kami belum bisa memas­tikan hal itu,” sebutnya.

 Di sekitar lokasi banjir, juga ditemukan puing-puing kayu bekas tebangan ikut terseret arus sungai. “Memang ada kayu bekas tebangan. Namun, apakah banjir ini disebabkan karena pemba­lakan kami tidak mau berspe­kulasi. Silakan tanyakan ke Dinas Kehutanan,” tegas Pohan. (h/col)

Baca Juga : Update Zonasi Covid-19 di Sumbar, Dharmasraya Jadi Daerah dengan Penularan Terendah

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]