Pedagang Diizinkan Masuk Plaza Sukaramai

“Tak Ada Lagi, Habis Sudah Barang Kami”


Kamis, 17 Desember 2015 - 03:11:33 WIB
“Tak Ada Lagi, Habis Sudah Barang Kami”

Beragam ekspresi mun­cul dari raut wajah pe­da­gang, setelah melihat kios mereka. Meski rasa pena­saran sudah terobati, namun tak sedikit raut sedih mun­cul pada wajah mereka.

Hal itu disebabkan ba­rang-barang dagangan me­reka, sudah tidak bisa dise­lamatkan lagi. Khususnya mereka yang berjualan di lantai dasar. Seperti di­ketahui, kebakaran hebat yang menimpa Ramayana beberapa hari lalu, diduga berawal dari lantai ini.

Baca Juga : Lari Pagi Bersama Sandi Uno, Audy Joinaldy Bahas Strategi Pengembangan Pariwisata Sumbar

“Tak ada lagi, habis su­dah barang dagangan kami. Semua musnah dilalap api. Setelah ini, entah bagai­mana lagi kami berusaha,” ujar salah seorang pedagang, setelah diperbolehkan me­lihat kiosnya yang berada di lantai dasar.

Beberapa pedagang yang sempat ditemui, mengaku pasrah dengan nasib me­reka. Bila pun ada barang dagangan yang masih bisa diselamatkan, rata-rata kon­disinya sudah rusak akibat dijilat api. “Entahlah, tak tahu lagi seperti apa nasib kami,” keluh seorang pe­dagang lainnya.

Baca Juga : Khusus Januari-Februari, Emersia Hotel Batusangkar Beri Paket Khusus Spesial Deal Rindu

Aturan Ketat

Sementara itu, ma­naje­men PT Makmur Papan Permata selaku pengelola Plaza Sukaramai, mem­berlakukan aturan ketat bagi para pedagang. Sesuai reko­mendasi dari pihak Ke­polisian, pedagang yang diizinkan melihat tempat usahanya diatur sedemikian rupa dengan memperha­tikan keamanan dan kesela­matan.

Baca Juga : Tiket Masuk Wisata Pantai Gandoriah Bakal Mulai Gunakan Sistem Elektronik

Saat masuk, pedagang diharuskan mengenakan peralatan keamanan, seperti lampu penerangan semen­tara, tim pengaman, pe­lindung kepala, masker, tim teknis pengarah jalan dan lain sebagainya.

“Kami ingin pedagang terlindungi dari berbagai kemungkinan bahaya, se­perti tertimpa puing, terpe­rosok dan bahaya lainnya,” ujar juru bicara manajemen Palza Sukaramai, Suryanto, dalam rilisnya yang di­te­rima kemarin.

Baca Juga : Sebelum Berwisata, Cek Dulu Prakiraan Cuaca Destinasi Wisata Sumbar Berikut Ini

Ditambahkannya, pihak­nya juga mem­berla­kukan aturan lain. Yakni pedagang masuk dari pintu belakang (arah Jalan Kopi) dan pintu samping arah Jalan HOS Cokroaminoto.

Peninjauan dilakukan dari lantai dua, kemudian dilanjutkan ke lantai I dan terakhir di lantai dasar. Aturan ini diterapkan, de­ngan pertimbangan kon­disinya relatif aman dan mengurangi resiko kejatu­han puing akibat perge­rakan manusia di dalam gedung.

Sementara itu, Tim Tek­nis Plaza Sukaramai Rudi Hartono menjelaskan, saat ini sebagian lokasi bekas kebakaran sudah bisa di­masuki dengan jumlah be­ban terbatas.

“Pedagang yang ter­pak­sa kami batasi paling banyak lima orang setiap blok de­ngan jangka waktu yang terbatas, agar sebagian be­sar korban bisa melihat kondisi toko, kios atau konternya,” tuturnya.

Hearing Tertutup

Sementara itu, Komisi II DPRD Pekanbaru meng­gelar hearing dengan Dinas Pasar serta manajemen PT Makmur Papan Perkasa, selaku pengelola Plaza Su­karamai, Selasa kemarin. Namun sayangnya, hearing itu ma­lah dilakukan secara tertutup. Sehingga awak media tidak bisa mem­per­oleh informasi terkait hasil hearing tersebut.

Padahal, pemanggilan pihak pengelola plaza, se­benarnya sudah lama di­tunggu publik, karena me­nyangkut nasib para pe­dagang. Tidak diketahui secara pasti, apa penyebab hearing itu malah digelar secara tertutup.

Sejumlah awak media sebenarnya sempat masuk dalam ruangan Banmus, tempat hearing itu digelar. Namun saat sudah berada di dalam ruangan, tiba-tiba salah seoarang staf Komisi II mengatakan bahwa hea­ring berlangsung tertutup dan mempersilahkan para pewarta keluar ruangan.

Hearing itu juga dikawal ketat pihak security DPRD Kota Pekanbaru, yang ber­jaga-jaga di pintu masuk. Sejauh ini, belum diketahui apa saja hasil yang didapat dalam hearing itu. (hr)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]