72 Orang di Batam Meninggal Akibat HIV/AIDS


Kamis, 17 Desember 2015 - 03:12:36 WIB
72 Orang di Batam Meninggal Akibat HIV/AIDS

Penyebaran penyakit ter­sebut mengancam warga Kota Batam, Provinsi Kepri. Untuk itu Dinas Kesehatan Kota Batam terus berupaya dan berkomitmen untuk mela­kukan pencegahan dari tahun ketahun agar dapat menekan jumlah penderita HIV/AIDS.

Demikian yang disam­paikan Kepala Bidang (Ka­bid) Pencegahan, Pengen­dalian Penyakit dan Kese­hatan Lingkungan Dinas kesehatan Kota Batam, drg Sri Rupiati MSi, Selasa (15/12), di kantornya.

Baca Juga : Asyiknya Wisata di Moosa Edufarm: Mengenal Sapi Wagyu Penghasil Daging Termahal di Dunia

“Dari laporan sampai September 2015 HIV 539 kasus, AIDS 207 kasus dan yang meninnggal 72 orang,” ujarnya. Untuk jumlah kumulatif kasus HIV yang dilaporkan sampai dengan September 2015 sebanyak (4.184 ka­sus) dan  AIDS 1.630 serta yang meninggal 620 orang.

Untuk Kota Batam sen­diri, lanjutnya, menempati urutan kesebelas setelah Bangka Belitung.

Baca Juga : Lari Pagi Bersama Sandi Uno, Audy Joinaldy Bahas Strategi Pengembangan Pariwisata Sumbar

Saat ini, lanjut Sri, pi­haknya terus menggesa un­tuk persiapan perda penang­gulangan HIV/AIDS yang direncanakan rampung ta­hun 2016.

“Kita sudah melakukan kunker ke Jakara, juga ke Kementerian Kesehatan dan puskesmas Gambir gu­na melakukan studi tentang pelayanan,” ujarnya.

Baca Juga : Khusus Januari-Februari, Emersia Hotel Batusangkar Beri Paket Khusus Spesial Deal Rindu

Komitmen Perda Pe­nanggulangan HIV/AIDS, lanjutnya, dilatarbelakani pada pertemuan Sentani, Papua yang tujuannya ada­lah ada komitmen beberapa kepala daerah pada tahun 2005 untuk berkomitmen bahwa daerah epidemi HIV AIDS  dianjurkan untuk membuat perda penang­gulangan HIV/AIDS.

“Nah, Batam adalah sa­lah satu kota epidemi HIV AIDS,” ujarnya.

Baca Juga : Tiket Masuk Wisata Pantai Gandoriah Bakal Mulai Gunakan Sistem Elektronik

Untuk itu, lanjutnya, setelah pihaknya mela­ku­kan kunker maka tahap selanjutnya membuat nas­kah akademis, lalu membuat draf Ranperda dan analisis akademis.

“Analisis akademis yak­ni hasil dari pertemuan Focus Group Discussion (FGD) dengan tokoh ma­sya­rakat dan tokoh agama untuk masukan apa lagi di draf ranperda. Kemudian kita kembali lakukan pe­r­temuan memfina­lisasikan­nya dalam rangka sebagai draf perda, setelah itu kita sempurnakan kekurangan perdanya,” jelas Sri.(hk)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]