Laporan Tahunan BI Wilayah Sumbar

Inflasi Sumbar Diperkirakan di Bawah 1 Persen


Kamis, 17 Desember 2015 - 03:28:15 WIB
Inflasi Sumbar Diperkirakan di Bawah 1 Persen Ramah tamah dan ngopi sore dalam laporan tahunan dengan tema ‘Sinergi untuk percepatan transformasi’, Rabu (16/12) sore di Aula Nan Tongga BI Sumbar. (WINDA)

Demikian disampaikan oleh Kepala Kantor Bank Indonesia wilayah Sumbar Puji Atmoko saat Ramah tamah dan ngopi sore dengan tema ‘Sinergi untuk percepatan transformasi’, Rabu (16/12) sore di Aula Nan Tongga BI Sumbar.

“Setidaknya terdapat empat kekuatan Indonesia yang harus menjadikan kita lebih optimis dalam me­natap masa depan,” ujar­nya.

Dijelaskan Puji empat kekuatan tersebut di­an­taranya, meningkatnya ku­alitas daya saing, terjaganya stabilitas, meningkatnya  konsumsi,  dan alam de­mokrasi yang semakin ber­kualitas. “Atas dasar itu, kami memperkirakan di tahun 2016, pertumbuhan ekonomi nasional akan m­e­ningkat mencapai 5,2-5,6 persen,” lanjutnya.

Dalam pertemuan ta­hunan tersebut, dihadiri juga oleh Gubernur Sumbar yang diwakili oleh Asisten II, Ketua DPRD Sumbar, para Walikota dan Bupati se Sumbar, para Rektor, Ke­pala OJK Sumbar serta beberapa relasi dan tamu undangan lainnya.

Dilanjutkan Puji, per­kembangan ekonomi Sum­bar tidak terlepas dari ge­jolak ekonomi nasional maupun global. Sejak awal 2015, pertumbuhan eko­nomi Sumbar terus me­lambat dari 5.49 persen triwulan I dan 5,31 persen triwulan II.

Kemudian,  Sum­bar me­ngalami pe­rlam­batan yang siginifikan ke 4,71 persen di triwulan III. Ini untuk per­tama kalinya dalam lima tahun terakhir per­tum­bu­han ekonomi pada triwulan III 2015 bera­da di bawah pertumbuhan ekonomi na­sional.

Perlambatan per­tum­buhan ekonomi tersebut berasal dari pelemahan eks­por karena berlanjutnya penurunan harga komoditas ekspor utama Sumbar yaitu CPO dan karet, serta imbas penurunan tingkat daya beli masyarakat yang berdampak pada perlambatan tingkat konsumsi rumah tangga. “Indikasi perlambatan itu terlihat pada sektor-sektor utama seperti perdagangan, industri olahan, serta trans­portasi dan pergudangan,” pungkasnya.

Setelah dua tahun ter­akhir kata Puji, inflasi Sum­bar mencapai dua digit, tekanan inflasi tahun 2015 menunjukkan perbaikan yang sangat signifikan. Hing­ga bulan November 2015, inflasi y-o-y mencapai 1,85 persen dan secara y-t-d dari Januari ke November masih minus 0,71 persen atau deflasi. “Hingga akhir tahun 2015 kami prakirakan rendah di bawah 1 persen,” sebutnya.

Jalinan kerjasama yang telah ditempuh oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat dengan pe­merintah daerah melalui pembentukan Tim Pe­ngen­dalian Inflasi Da­erah (TP­ID) telah me­ma­suki babak baru yang lebih dinamis.

Seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Barat, saat ini telah me­miliki tim pengendalian inflasi yang fokus dalam menjaga ke­tersediaan pa­sokan, kelan­caran distri­busi, keterjang­kauan harga, dan meng­komunikasikan ekspektasi positif kepada masyarakat.

“Dalam kesempatan ini, perkenankan kami me­nyam­paikan apresiasi ke­pada seluruh kepala dae­rah, Gubernur, Walikota, dan Bupati beserta seluruh ja­jaran yang telah berupaya kerasturut serta menge­n­dalikan laju inflasi pada tingkat yang rendah dan stabil. Kinerja positif in­flasi Sumbar tahun 2015 ini terlaksana berkat peran serta bapak dan ibu se­kalian,” terangnya. (h/mg-win)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]