Pemkab Dharmasraya Diminta Perketat Pengawasan Kelas Jalan


Kamis, 17 Desember 2015 - 03:33:33 WIB
Pemkab Dharmasraya Diminta Perketat Pengawasan Kelas Jalan

Pantauan DPRD setem­pat, beberapa titik jalan lintas Sumatera di Dhar­masraya mengalami keru­sakan, seperti berlobang, bergelombang, retak-retak dan sebagainya. Padahal, jalan-jalan tersebut setiap tahun terus diperbaikan oleh pemerintah.

“Dinas tekait perlu mem­­­perkekat pengawasan kelas jalan yang ada di wila­yah Dharmasraya,” ujar ang­gota DPRD Dharmasraya, Yosrizal, kepada Ha­lu­an, Rabu (16/12).

Baca Juga : Pemkab Pessel Wajibkan Aktivitas Galian C Kantongi Izin Operasi

Menurut politikus PAN ini, berdasarkan Surat Eda­ran (SE) Gubernur Suma­tera Barat Nomor 551.23/291/ Perekonomian-2011, tentang penertiban kenda­raan angkutan provinsi, gubernur memerintahkan kepada seluruh dinas terkait untuk menertibkan ken­daraan yang melebihi tonase guna mengantisipasi keru­sakan jalan. “Dinas terkait di Pem­kab Dharmasraya dapat me­nin­daklajuti surat tersebut dengan mem­per­kekat pe­nga­wasan kelas jalan,” sebutnya.

Berdasarkan hasil kun­jungan kerja DP­RD Dhar­masraya ke Provinsi Kali­mantan, kata Yosrizal, dida­patkan pelajaran bahwa pemerintah di sana bersikap tegas kepada pengguna ja­lan untuk tidak melewati kelas jalan yang tidak sesuai dengan muatan kendaraan. Apabila peringatan itu dila­rang, pemerintah di sana memberikan sanksi berat kepada pihak perusahaan.

Baca Juga : Sejumlah Pejabat di Kabupaten Pesisir Selatan Batal Divaksin

Untuk mengantisipasi kerusakan jalan, lanjut Yos­rizal, pemerintah meminta perusahaan untuk membuat jalan sendiri yang dibiayai melalui keuntungan  peru­sahaan. “Kami berharap Pemkab Dharmasraya men­carikan solusi berkaitan de­ngan hal tersebut,” katanya.

Ia berpendapat, Pemkab mesti mencari langkah-langkah berkaitan dengan hal itu agar tidak ada yang dirugikan. ”Artinya harus ada aturan yang saling me­ngun­tungkan. Perusahaan tidak rugi, dan jalan tidak rusak,” sebutnya.

Baca Juga : Kesembuhan Pasien Covid-19 di Sumbar Bertambah 158 Kasus, Didominasi dari Kota Padang

Berdasarkan pantauan Haluan, Provinsi Jambi yang bertetamgga dengan Dharmasraya,  pemerintah daerahnya mempunyai Per­da yang mengatur berat muatan mobil truk, bahkan waktu dan jarak iring truk juga diatur. Di sana, batu­bara hanya diperbolehkan diangkut oleh truk kecil dengan waktu melintas di Kabupaten Batanghari di­per­bolehkan mulai pukul 17.00 WIB sampai pukul 06.00 WIB.

Edy (40), salah seorang so­pir truk yang ditanya Ha­lu­an di wilayah tetangga itu, wak­tu tersebut diatur kare­na­ sering terjadi kecelakaan pa­da jam ramai atau jam si­buk kegiatan masyarakat. Ja­rak iring juga diatur kare­na­ sering menjadi salah satu pe­nyebab kecelakaan. (h/mdi)

Baca Juga : Kematian Karena Covid-19 di Sumbar Bertambah 7 Orang

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]