Suasana Pleno Padang Panjang Memanas


Kamis, 17 Desember 2015 - 04:04:53 WIB
Suasana Pleno Padang Panjang Memanas

Begitu juga dengan Kota Solok, Kota Padang Panjang dan Kota Sawahlunto. Di Kota Pa­dang Panjang, suasana peng­hitungan berlangsung panas, ketika tim sukses dan Pan­waslu melemparkan tudi­ngan kepada KPU setempat.

Sementara beberapa dae­rah lainnya, tampaknya akan menghabiskan waktu dua hari untuk menyele­saikan rekapitulasi penghi­tungan suara di tingkat ka­bu­paten/kota ini. Seperti, Kabupaten Pasaman Barat yang baru memulai penghi­tungan utnuk bupati selesai magrib. Hal yang sama juga terjadi pada rekapitulasi yang berlangsung di Kabu­paten Tanah Datar, Kabu­paten Sijunjung, dan lainnya.

Baca Juga : Polemik Siswi Non-Muslim Pakai Jilbab, Ketua LKAAM: Jangan Biarkan Kasus Ini Digoreng Terus oleh Berbagai Pihak, Peraturan Soal Ini Sudah Berjalan 15 Tahun

Sementara beberapa ka­bu­paten dan kota, seperti di Kabupaten Agam, Kabu­paten Solok Selatan, Kabupaten Solok baru melaksanakan rekapitulasi hari ini (17/12).

Di Padang Panjang, sejumlah kalangan, termasuk Panitia Pe­ngawas Pemilu (Panwaslu) Kota Padang Panjang, menuding KPU Kota Padang Panjang tidak me­miliki sumber daya manusia (SDM) terlatih, yang mengaki­batkan munculnya sejumlah kesalahan administrasi saat Pe­mi­lihan Gubernur (Pilgub) ta­hun ini.

Baca Juga : Suami-Istri di Bukittinggi Perkosa Gadis, LKAAM Sumbar: Sungguh Memalukan!

Tudingan miring pada jajaran KPU Padang Panjang tersebut, terungkap dalam rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilgub Kota Padang Pan­jang, siang kemarin (16/12). Masri Edwar, Ketua Pemena­ngan calon Gubernur nomor urut satu, Muslim Kasim dengan Fauzi Bahar mengatakan selama proses pilgub berlangsung KPU kurang tanggap, sehingga menimbulkan sejumlah kesalahan, yang se­harusnya tidak terjadi selama proses pilgub berlangsung di Padang Panjang. 

“Sejumlah bukti kesalahan jajaran KPU Kota Padang Pan­jang terlihat saat penghitungan suara di Kecamatan Padang Panjang Timur. Di tempat itu, pada TPS dua, tepatnya di daerah Gantiang jumlah surat suara tidak sama jumlahnya dengan surat yang dicoblos,” ujar Masri singkat.

Baca Juga : Yulianto Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Pasangan Hamsuardi-Risnawanto Sebagai Kepala Daerah Pasbar yang Baru

 Tidak hanya itu, seharusnya jumlah surat suara harus sama dengan yang tertera, dengan yang dipakai dalam pemungutan suara. “Kalau seperti ini saya nilai KPU tidak memiliki jajaran, yang mengerti akan prosedur serta proses pilgub. Akibatnya, meru­gikan salah satu pasangan ca­lon,”tegasnya. 

Katanya lagi, beruntung kesa­la­han yang terjadi hanya terjadi kelebihan satu suara. Tapi tu­turnya, kalau kesalahan ini ter­jadi pada banyak surat suara, maka bisa saja muncul dugaan terjadi keberpihakan jajaran KPU terhadap salah satu pasa­ngan calon.

Baca Juga : Update Zonasi Covid-19 di Sumbar, Dharmasraya Jadi Daerah dengan Penularan Terendah

Diakuinya, seluruh persoalan diatas sebenarnya telah tuntas dan telah terselesaikan. Tapi, untuk tahun-tahun ke depan dirinya berharap jajaran KPU dapat lebih mempersiapkan diri se­hingga tidak terjadi kesalahan-kesalahan, yang dianggap kecil tapi akan berdampak fatal ter­hadap pasangan calon yang ber­laga baik itu dalam pemilihan gubernur, maupun pemilihan bupati dan wali kota di Sumatera Barat.

Di tempat yang sama, Ketua Panwaslu Kota Padang Panjang, Edi Antes mengatakan, selama proses pilgub di Kota Padang Panjang berlangsung memang terjadi sejumlah kesalahan ad­ministrasi dilakukan KPU Kota Padang Panjang,

“Untuk itu saya berharap ke depan sumber daya manusia jajaran KPU Padangpanjang ha­rus lebih dilatih, sehingga mere­ka dapat bekerja dengan baik, sesuai prosedur berlaku dan meminimalisir kesalahan sekecil apapun,”sebutnya.

Tidak hanya kesalahan ad­ministasi saja, Ketua Panwaslu juga melirik persoalan jumlah pemilih tambahan yang ber­jumlah 256 orang.

“Disini saya melihat keane­han, pasalnya di salah satu keca­matan jumlah pemilih tambahan angkanya bisa pas, sementara di kecamatan satunya lagi jumlah pemilih, yang terdaftar dalam pemilih tambahan hanya sete­ngah saja,”ungkapnya.

Menanggapi persoalan diatas, Ketua KPU Padang Panjang, Jafri Edi Putra dalam paparan­nya saat rapat pleno rekapitulasi, yang dikutip Haluan ini berjanji akan berusaha ke depan lebih mempertajam dan memperkuat kinerja jajarannya.

 ”Sebenarnya pelatihan telah diberikan, tapi munculnya kesa­lahan tersebut tidak terduga. Seharusnya memang petugas KPU Padang Panjang lebih teliti, sehinga tidak muncul masalah atau dugaan,”tuturnya.

Sementara terkait persoalan jumlah pemilih tambahan, sudah didata dengan jelas dan benar. Sehingga tegasnya, KPU Padang Panjang menjamin tidak ada permainan pada jumlah pemilih tambahan tersebut.

Khusus jumlah pemilih tam­bahan ini sebutnya lagi, datanya diambil atau bisa memilih dalam pilgub tahun ini setelah dilaku­kan pengecekan dari bawah oleh jajaran KPU Padang Panjang, sehingga data ini dapat di­pertanggungjawabkan. 

“Data ini dapat kami pertanggung jawabkan. Tidak ada indikasi kecurangan, atau upaya KPU Padangpanjang meme­nang­kan salah satu pasangan ca­lon,”tutupnya. 

Dalam rapat pleno, terungkap jumlah DPT di Kota Padang Panjang saat pilgub berjumlah 35.770, sementara masyarakat yang memberikan hak pilih me­reka hanya, 16.167. Sementara suara sah untuk pasangan calon nomor satu, Muslim Kasim dan Fauzi Bahar sebanyak, 4472, sementara pasangan nomor urut dua memperoleh suara, 11.695.

Ramlan-Irwandi Tak Tergantikan

Sementara berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) serentak tingkat kota, untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat, serta pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bukittinggi dalam rapat pleno terbuka, Rabu (16/12) menyatakan pasangan calon Ramlan Nurmatias-Ir­wandi sebagai peraih suara terba­nyak atau 41,84 persen suara.

Rinciannya, pasangan nomor urut satu Taslim-Marfendi mem­peroleh 7.074 suara atau 16,56 persen, pasangan nomor urut dua Febby-Zul Ifkar Rahim mem­peroleh 1.508 suara atau 3,53 persen, pasangan nomor urut tiga Harma Zaldi-Rahmi Brisma memperoleh 4.468 suara atau 10,46 persen. Sementara itu untuk pasangan nomor urut empat Ramlan Nurmatias-Ir­wandi memperoleh 17.870 suara atau 41,84 persen, dan terakhir pasangan nomor urut lima Ismet Amzis-Zulbahri Majid mem­peroleh 11.786 suara atau 27,60 persen.

Sementara untuk calon gu­bernur, pasangan nomor urut satu Muslim Kasim-Fauzi Bahar memperoleh 12.850 suara atau 30,47 persen, serta pasangan nomor urut dua Irwan Prayitno-Nasrul Abit dengan perolehan suara 29.323 suara atau 69,53 persen.

“Pada rekapitulasi penghi­tungan suara untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat, jumlah suara sah 42.173 di 232 Tempat Pemu­ngutan Suara (TPS) yang tersebar di 24 Kelurahan,” ucap Ko­misioner Divisi Teknis KPU Kota Bukittinggi Yasrul.

Yasrul menambahkan, hasil rekapitulasi penghitungan suara tingkat kota ini memang ada sedikit kesalahan teknis yang terjadi saat rekapitulasi tingkat kecamatan. Namun hal itu menu­rutnya telah diantisipasi dan disetujui oleh seluruh pihak terkait. Rencananya, pada Kamis (17/12) ini seluruh bukti hasil rekapitulasi ini akan diserahkan ke KPU Provinsi Sumatera Barat.

Partisipasi Pemilih 53,02 Persen

Sementara itu, di Sawahlunto, saat rekapitulasi penghitungan suara untuk pemilihan gubernur, KPU memiliki pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan. Yaitu, rendahnya partisipasi pemilih di Kota Arang ini.

“Berdasarkan hasil itu, ting­kat partisipasi pemilih terpantau cukup rendah yakni hanya 53,02 persen, dengan total suara sah sebanyak 22.572 pemilih dari total jumlah pemilih sebanyak 43.447 orang,” ungkap Ketua KPU Sawahlunto Afdhal.

Hal ini lanjut Afdhal, tentu menjadi PR yang cukup besar bagi pihaknya, bagaimana untuk menaikan tingkat partisipasi pemilih ini selanjutnya.terutama bagaimana meningkatkan parti­sipasi pemilih terhadap penyan­dang disabilitas yang jumlahlah lumayan banyak di kota ini.

Ia menambahkan, berdasar­kan hasil rekapitulasi KPU se­tempat, jumlah penyandang disa­bilitas berjumlah 198 orang, sedangkan yang tercatat meng­gunakan hak pilihnya hanya sebanyak 38 orang.

Sementara, untuk hasil peng­hitungan suara Pemilihan Gu­bernur dan Wakil Gubernur Sumatra Barat 9 Desember 2015, di Sawahlunto Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 2 Irwan Prayitno – Nasrul Abit (IP-NA) unggul dengan perolehan suara sebanyak 14.553.Sementara pasangan ca­lon nomor urut 1 Muslim Kasim – Fauzi Bahar (MK-FB) mem­pero­leh 8.019 suara. (h/pis/wan/rki)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]