Potongan Kayu Besar Bertumpuk

Banjir Pasaman Dipicu Ilegal Logging


Kamis, 17 Desember 2015 - 04:12:27 WIB
Banjir Pasaman Dipicu Ilegal Logging Tim penanganan bencana banjir bandang berjibaku membersihkan puing-puing kayu yang terseret arus ke pemukiman warga, Rabu (16/12). (ICOL)

Sejumlah warga me­nga­ku telah resah dengan ke­giatan ilegal logging tersebut. Menurut pengakuan warga, kegiatan ilegal logging itu, di samping untuk keperluan warga setempat, tidak di­pung­kiri bahwa ada oknum-oknum yang bermain kayu ilegal­ itu untuk kepen­tingan komersial.

“Kami tahu kegia­tan ilegal logging itu terlarang dan akan ber­dampak buruk untuk warga, namun apa daya, kami takut melarangnya,” ujar warga setempat, Lukman, ditemui Haluan, kemarin.

Baca Juga : Waduh! Sabtu dan Minggu Besok, Aktivitas GOR Haji Agus Salim Padang Ditutup

Ia menyalahkan perila­ku segelintir orang, yang ingin meraup keuntungan pribadi namun tidak me­mikirkan dampak buruk akan ditanggung oleh ratu­san jiwa warga Kp. Padang Paramandareh.

Senada dengan itu, Syam­suar (65) tidak me­nam­pik masih adanya ke­giatan pengeluaran kayu olahan dari hutan lindung yang ada di sekitar aliran sungai Batang Paraman, Jorong Kp. Padang Para­mandareh itu.

Baca Juga : Hampir Tiap Tahun, Ada Ratusan PNS Sumbar yang Pensiun

“Beberapa hari sebelum kegiatan ini, masih ada juga yang mengeluarkan kayu ola­han dari sini Pak, lewat jalan tembus Talu itu,” sebutnya.

Hal yang sama disam­paikan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pasaman Elvi Wardi. Menurutnya, semua orang bisa melihat kayu-kayu yang terseret oleh arus itu, ada dalam bentuk kayu gelon­dongan dan ada yang seperti bekas tebangan biasa.

Baca Juga : Pelamar CPNS Sumbar 2019 Tembus 25 Ribu Orang

“Kalau kita perhatikan, me­mang ada indikasi bahwa banjir bandang ini dipicu oleh pem­balakan hutan, apakah pemba­lakan untuk peladangan warga maupun pembalakan untuk ko­mer­sial, ilegal logging,” te­rangnya.

Kendati demikian, Elvi War­di, selaku pihak BPBD, hanya menangani masalah bencana saja. Untuk menilai dan meneliti ada atau tidaknya indikasi pemba­lakan liar dan ilegal logging, itu sudah menjadi tugas dan fungsi Dinas Kehutanan. “Silahkan konfirmasi Dinas Kehutanan, karena Dishut yang berwenang untuk itu. Saya hanya menya­rankan, apakah kondisi pemba­lakan dan ilegal logging itu akan dibiarkan begitu saja?” tegasnya.

Baca Juga : Sebanyak 13 Orang Guru Mengaji Terima Bantuan Kelengkapan Pakaian

Ia meminta warga, untuk melihat kembali kesepakatan Nagari tentang larangan pe­ngambilan kayu untuk komersial di nagari tersebut (ilegal log­ging). “Dulu sewaktu saya sekre­taris kecamatan di sini, ada surat kesepakatan itu, maka sebaiknya kaji kembali mengenai kesepa­katan dan larangan itu,” tu­kuknya.

Pantauan Haluan di lapa­ngan, ribuan kubik kayu bulat dalam berbagai ukuran, telah seperti kapal pecah di lahan kebun dan pemukiman warga. Lebar badan sungai yang hanya sekitar 5 meter itu, kini masih besar arusnya sehingga sela-sela rumah warga menjadi aliran sungai.

Di lokasi, memang sudah bekerja tim dari BPBD, TNI, Polri, satpol PP dan kepolisian. Juga telah sampai air bersih dan posko kesehatan pun sudah didi­rikan di TKP.

Data sementara, terdapat enam unit rumah rusak berat, lima unit rumah rusak sedang dan tujuh unit lagi rusak ringan. Selain itu, rusaknya iri­gasi de­ngan panjang saluran 250 meter, intake air bersih dan sawah baru tanam sekitar 35 hektar. (h/col).

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]