Petani Keluhkan Turunnya Harga Karet


Jumat, 18 Desember 2015 - 02:47:45 WIB
Petani Keluhkan Turunnya Harga Karet

Salah seorang petani karet, Amnas (55), warga Air Dadok, Nagari Air Manggis, Selasa mengatakan, harga getah karet sudah tidak seimbang dengan biaya pupuk dan perawatannya. Katanya, harga karet sekarang Rp4.000 hingga Rp5.000 per kilogram, padahal beberapa tahun lalu bisa mencapai Rp10.000 per kilogram.

“Karena tidak ada penghasilan dari karet lagi, saya terpaksa kerja kuli bangunan, guna menghidupi keluarga,” katanya. Hal yang sama dikatakan M Lutfi, warga Jorong Padang Sarai. Ia menyebutkan, minggu lalu ia menjual karetnya seharga Rp4000 per kilogram, harga itu sangat turun drastis dan tidak sesuai dengan biaya keluarnya. Ia pun terpaksa mencari pekerjaan lain demi menambah pendapatan keluarga.

Baca Juga : RSUD Lubuk Basung Siapkan 10 Tenaga Medis Penyelenggara Vaksinasi Covid-19

“Kalau hanya berharap dari kebun karet saja, rasanya tidaklah cukup, makanya sejak beberapa bulan lalu saya ikut kerja sebagai kuli bangunan, sebab saat ini banyak pekerjaan proyek di Kecamatan Lubuk Sikaping,” jelasnya. Dia menambahkan kondisi karet saat ini bukan hanya dihadapkan dengan turunnya harga karet di pasaran, tapi ditambah lagi musim penghujan. Kondisi itu membuat hasil getah karet semakin turun.

Sementara itu, salah seorang Pengepul karet di Jorong Padang Sarai, Nagari Air Manggis, Kecamatan Lubuk Sikaping, Iriang (52) mengatakan, saat ini petani karet terpaksa memilih menjadi kuli bangunan. Karena kalau hanya mengharapkan nilai jual harga karet saat ini tentu tidak akan mampu memenuhi kebutuhan keluarga mereka, apalagi luas kebun karet masyarakat di daerah ini tidaklah begitu luas.

Baca Juga : Akhir Minggu, Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka di Agam Semakin Diminati

“Harga karet saat ini memang sudah lama anjloknya, hal ini sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu. Harga karet di daerah ini hanya berkisar Rp4.000 hingga Rp5.000,” terang Iriang. Dia berharap agar harga getah karet kembali normal seperti beberapa tahun yang lalu. Sehingga petani tidak menelantarkan kebun mereka hanya karena harga yang turun tersebut. (h/tos)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]