Masyarakat Zona Merah Datangi BPBD Agam


Jumat, 18 Desember 2015 - 02:56:57 WIB
Masyarakat Zona Merah Datangi BPBD Agam Aksi massa zona merah di kantor BPBD Agam. (DAYAT)

Masyarakat tersebut be­r­asal dari Jorong Pandan, Jorong Galapung, Jorong Batu Nanggai dan Jorong Muko Jalan Kenagarian Tanjung Sani dimana men­jadi korban gempa 30 Sep­tember 2009 lalu. Mereka menuntut memperoleh dana penanggulangan bencana dan rehab rekon dan persa­maan hak dihadapan hukum selaku warga Negara. Aksi tersebut dikawal ketat pihak kepolisian.

Setelah berorasi perwa­kilan masyarakat yang diwa­kilkan wali nagari dan se­jum­lah tokoh diterima oleh Sekretaris Dinas Badan Pe­nang­gulangan Bencana Da­erah Kabupaten Agam, Mai­zul. Dalam kesempatan itu sedikitnya masyarakat dan BPBD menyepakati sejumlah poin tuntutan.

Baca Juga : Safari Jumat, Kapolsek Tilatang Kamang Bagikan Nasi Kotak

Kordinator lapangan aksi masyarakat Korban Fitna Zona Merah, Syafril St Bandaro mengatakan, keda­tangan masyarakat bertu­juan untuk meminta BPBD Agam segera dibayarkan dana rehabilitasi dan re­kons­truksi kepada masya­rakat empat jorong.

“Kami menuntut hak kami selaku warga Negara, dan hal itu juga sudah dise­pakati sesuai dengan bertita acara rapat pada 20 Februa­ri 2015 di mesjid istiqfar Galapung, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya,” jelasnya.

Baca Juga : Rumah Tahfidz Quran Al Hajjar Pessel Diresmikan

Dikatakannya, apabila kepala BPBD Agam tidak membayarkan atau tidak mengabulkan tuntutan pi­hak­­nya meminta kepolisian untuk menangkap pejabat yang berwenang dalam hal tersebut. Apabila pihak kepolisian tidak mampu melakukan penangkapan, dipastikan hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Oleh karena itu jangan salahkan masyarakat apabila bertindak sesuai dengan hukum rakyat.

Sementara itu Sekretaris Badan Penanggulangan Ben­cana Daerah, Kabu­paten Agam, Maizul menga­takan, masyarakat berhak menanyakan yang berkaitan dengan nasib mere­ka. Da­lam pertemuan kali ini su­dah didapat sejumlah kese­pakatan yang ditandatangai dan dengan meterai enam ribu. Ia berharap masya­rakat bisa bersabar dan memaklumi hal tersebut.

Baca Juga : Jembatan Putus Akibat Banjir, Warga Kampung Salak Jalamu Pessel Terisolasi

Adapun sejumlah poin kepakatan, antara lain, bagi masyarakat yang tidak me­mi­­liki tanah, di luar empat jorong, dan tidak mau di relokasi ke Dama Gadang, antara lain, pemerintah akan membangun infra­struktur umum, dan sarana evakuasi bagi masyarakat. Kemudian bantuan lang­sung masyarakat akan dilak­sanakan secepat mungkin, dalam kurun waktu empat bulan kedepan terhitung Januari.

“Kami menerima keda­ta­ngan masyarakat dengan ba­ik. Terkait dengan masa­lah ini tuntutan sebelumnya pe­merintah sudah menyam­pai­kan, akan membagun ru­mah masyarakat, apabila me­miliki tanah diluar jo­rong, kemudian, merelokasi dan membangunkan rumah di dama gadang, bagi rumah yang sudah dibangun sendiri di luar zona merah tersebut akan dilakukan penguatan ba­ngunan,” jelasnya. (h/yat)

Baca Juga : Pasien Sembuh Covid-19 di Sumbar Mencapai 23.934 Kasus

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 23 Januari 2021 - 08:59:58 WIB

    Safari Jumat, Kapolsek Tilatang Kamang Bagikan Nasi Kotak

    Safari Jumat, Kapolsek Tilatang Kamang Bagikan Nasi Kotak Sejak menjabat sebagai Kapolsek Tilatang Kamang, Kab. Agam beberapa waktu lalu. Iptu. Rommy Hendra K. SH, MM terus berupaya menjalin tali silaturahmi dan pendekatan dengan masyarakat di wilayah hukum Polsek Tilatang Kamang..
  • Sabtu, 23 Januari 2021 - 08:27:37 WIB

    Rumah Tahfidz Quran Al Hajjar Pessel Diresmikan

    Rumah Tahfidz Quran Al Hajjar Pessel Diresmikan Plh Sekda, Muskamal meresmikan Rumah Tahfidz Qur'an Al Hajjar Kampung Koto Pulai, Nagari Kambang Timur, Kecamatan Lengayang. Pada sambutannya, Muskamal mengatakan perlu kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam upay.
  • Sabtu, 23 Januari 2021 - 08:23:50 WIB

    Jembatan Putus Akibat Banjir, Warga Kampung Salak Jalamu Pessel Terisolasi

    Jembatan Putus Akibat Banjir, Warga Kampung Salak Jalamu Pessel Terisolasi Masyarakat Kampung Salak Jalamu, Nagari IV Koto Hilia, Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) mengharapkan perbaikan jembatan yang putus akibat banjir bandang yang terjadi pada September 2020 lalu di kampu.
  • Sabtu, 23 Januari 2021 - 08:21:49 WIB

    Pasien Sembuh Covid-19 di Sumbar Mencapai 23.934 Kasus

    Pasien Sembuh Covid-19 di Sumbar Mencapai 23.934 Kasus Berdasarkan data yang dirilis Pemprov Sumbar pada Jumat (23/1/2021) terjadi penambahan pasien yang terkonfirmasi sembuh. Penambahan pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 131 orang..
  • Sabtu, 23 Januari 2021 - 08:14:05 WIB

    Kasus Positif Covid-19 di Sumbar Bertambah 128 Orang

    Kasus Positif Covid-19 di Sumbar Bertambah 128 Orang Berdasarkan data yang dirilis Pemprov Sumbar pada Jumat (22/1/2021) terdapat 128 orang pasien terkonfirmasi positif. Sehingga total pasien yang terinfeksi mencapai 26.195 orang..
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]