Lahan Pertanian Terus Menyusut

Kota Pariaman Capai Surplus Beras


Jumat, 18 Desember 2015 - 03:01:05 WIB
Kota Pariaman Capai Surplus Beras

“Kesungguhan petani mengolah lahan pertanian dan menerapkan teknologi pertanian telah menjadikan daerah ini swasembada pangan,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota pariaman Syaifulrizal kepada Haluan, Kamis (17/12).

Syafulrizal mene­rang­kan, pihaknya setiap tahun meningkatkan pembenahan jaringan irigasi dari non teknis menjadi teknis. Bebe­rapa di antarnya yang diting­katkan adalah perbaikan jaringan di tingkat usaha tani, jaringan cacing dari saluran tanah menjadi be­ton, perbaikan pintu air dan pembenahan jaringan induk.

Baca Juga : Pemkab Pessel Wajibkan Aktivitas Galian C Kantongi Izin Operasi

“Selama tahun 2015, tidak kurang dari Rp800 juta dana APBD diman­faatkan untuk perbaikan irigasi. Selama tahun 2015, panjang jaringan irigasi yang sudah dibangun oleh Pemko Pariaman tidak kurang dari 2 Km. Hasilnya, Kota Paria­man menjadi surplus beras sekaligus menjadi swa­sem­bada pangan untuk kota ini,” ujarnya.

Meski demikian, pihak­nya mengakui bahwa ham­pir tiap tahun terjadi penyu­sutan lahan pertanian khu­susnya padi sawah. Sejak lima tahun terakhir, terjadi penyusutan 6 persen lahan yang berubah fungsi menjadi perumahan dan pertokoan.

Baca Juga : Sejumlah Pejabat di Kabupaten Pesisir Selatan Batal Divaksin

“Daerah yang paling pe­sat terjadinya alih fungsi la­han itu di kawasan Jati dan daerah pertanian lainnya di pusat kota,” sebutnya.

Dengan kondisi itu, pi­hak­nya terus menyiasati peralihan fungsi lahan, yak­ni dengan menanam padi memakai teknologi jajar legowo, pemberdayaan la­han tidur dan membangun irigasi di lahan tadah hujan, serta maksimalisasi rea­lisasi Rencana Tata Ruang Wilayah.

Baca Juga : Kesembuhan Pasien Covid-19 di Sumbar Bertambah 158 Kasus, Didominasi dari Kota Padang

“Sawah di Kota Paria­man seluas 2.500 hektare. 1.700 hektare di antaranya adalah lahan sawah ber­irigasi teknis yang ber­lokasi di Pariaman Te­ngah, Timur dan Utara. Sementara lebih­nya adalah sawah tadah hu­jan dan ber­irigasi sete­ngah teknis, yang umumnya be­rada di daerah kawasan Pa­riaman Selatan,” terang­nya.

Pada 2016, kata Syai­fulrizal, pihaknya akan me­nin­gkatkan pembangunan infrastruktur irigasi teknis agar sawah tadah hujan akan terus berkurang dan beru­bah menjadi sawah beririgsi teknis secara bertahap.

Baca Juga : Kematian Karena Covid-19 di Sumbar Bertambah 7 Orang

Selain itu, pada 2016, pihaknya juga akan mendata dan memetakan pembuatan rencana kawasan pertanian produktif. Tujuannya untuk memudahkan pem­bangu­nan pertanian di kota itu selanjutnya. (h/tri)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]