Batu Busuak Masih Diancam Banjir Bandang


Jumat, 18 Desember 2015 - 03:07:08 WIB
Batu Busuak Masih Diancam Banjir Bandang

Sungai Batu Busuak yang melintas tepat di b­e­lakang permukiman warga, sewaktu-waktu dapat me­nerbankan sawah dan sen­tral PLTA Semen Padang yang menjadi pembatas an­tara sungai dan permu­ki­man.

Vera (32), salah seo­rang warga menyebutkan, jika hujan deras datang berhari-hari, dikha­wa­tir­kan sawah dan sentral PL­TA akan ma­kin terkikis, sehingga air sungai akan langsung me­nuju ke ru­mah-rumah. Ka­lau sudah seperti itu, dipas­tikan se­kitar 40 KK yang tinggal di kawasan tersebut sulit untuk diselamatkan.

“Kami sudah me­nyam­paikan keluhan ini setiap kali orang dari pe­me­rin­tahan datang ke sini, ter­masuk kepada anggota de­wan yang pernah datang. Tapi, keluhan itu hanya sebatas didengarkan saja, buktinya tidak ada upaya apapun yang dikerjakan untuk mengatasi ke­mung­kinan bencana besar itu terjadi,” katanya, Rabu (16/12).

Ia mengatakan, saat cu­aca buruk terus terjadi se­perti sekarang, warga selalu dirundung kecemasan dan kegelisahan. Karena kondisi saat ini, areal persawahan lebih rendah dibanding da­erah aliran sungai (DAS). Jika air sungai besar di hulu, tentu saja akan menerjang habis area persawahan ter­sebut. Bahkan sekarang, aliran air sungai sudah me­nuju ke sentral PLTA Semen Padang yang jika terus terisi akan penuh dan meluap ke permukiman warga.

“Kalau sempat jebol sawah-sawah yang mem­batasi rumah dengan sungai, dan sentral PLTA juga pe­nuh, pastinya semua akan terendam. Tidak terba­yang­kan oleh kami, andai itu terjadi pada malam hari. Tentu akan menjadi bencana besar. Oleh karena itu, kami berharap pemerintah segera mengatasinya karena jiwa kami terancam,” harapnya lagi.

Sementara itu, Plt Lurah Lambuang Bukik, Jafri ke­tika dikonfirmasi tentang hal ini membenarkan, bah­wa belum ada upaya pe­ngerjaan yang dilakukan pemerintah untuk me­nga­tasi terjadinya musibah ter­sebut. Namun, ia menga­takan sudah ada instansi terkait yang datang untuk melakukan peninjauan.

“Memang sangat me­ngancam keselamatan war­ga saya di RT I RW III itu. Di sana tinggal sekitar 40 KK lebih, semuanya dalam bahaya kalau seandainya persawahan jebol dan sen­tral PLTA Semen tidak mam­pu menampung air. Aliran sungai yang berbelok ke persawahan dan sentral itu yang harus dialihkan,” jelasnya.

Permintaan warga, lan­jutnya, agar pemerintah se­segera mungkin untuk me­lakukan pengedaman dan pelurusan DAS di lokasi tersebut agar tidak me­nga­rah langsung ke permu­ki­man. Karena jika terlambat, ditakutkan bencana akan tiba dan semuanya urung terselamatkan.

“Jangankan permu­ki­man warga, jembatan baru Batu Busuak itu bisa hancur kalau bencana yang di­ta­kutkan itu terjadi. Tentu kami tidak mengharapkan itu. Tapi, beberapa waktu lalu sudah ada yang me­ninjau ke lokasi tersebut, semoga dalam waktu dekat ada pekerjaan yang dimu­lai,” tukasnya. (h/mg-isq)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]