Razia Digelar Terus Bocor

Satu Pasang Diamankan Petugas


Jumat, 18 Desember 2015 - 03:12:53 WIB
Satu Pasang Diamankan Petugas Zahra (25) Wanita asal Makassar, digiring ke Mako Pol PP Karena tidak mampu menunjukkan surat nikah kepada petugas saat ditangkap di Hotel Pondok 68, Kamis (17/12) pukul 3.00 WIB dini hari. (MUHAMMAD AIDIL)

Razia di lokasi tersebut telah beberapa kali digelar, tetapi hasilnya tetap nihil alias tidak ada yang terjaring.

Tidak menemukan wa­nita malam dan pasangan ilegal di kawasan menuju Kabupaten Pesisir Selatan tersebut, petugas kemudian menyisiri tempat pe­ngi­napan yang tidak memiliki izin. Di Hotel Pondok 68 di Jalan Kampung Nias 2 Da­lam, Kecamatan Padang Ba­rat, petugas menemukan sepasang pemuda-pemudi yang berprofesi sebagai ik­lan bernama Wahyu (34) warga Surabaya dan Zahra (25) Makassar. Saat ditang­kap, mereka berkilah adalah pasangan suami-istri.

Baca Juga : Tahun 2020, Capaian PAD Perumda AM Kota Padang Melebihi Target

Petugas yang tidak per­caya begitu saja, me­nanyakan surat nikah dan tanda pe­ngenal mereka berdua. Na­mun, ala­mat tinggal mereka di Kartu Tanda Penduduk (KTP) tidak sama, ke­mu­dian petugas mem­bawa ke­dua pasangan ilegal ini ke Mako Satpol PP Kota Pa­dang di Jalan Tan Malaka, Kecamatan Padang Timur, untuk dimintai ke­terangan lebih lanjut.

Tak sampai disitu, pe­tugas kemudian meng­a­man­kan seorang wanita di Jalan Nipah nomor 25 Kecamatan Padang Selatan, tepatnya di Wisma Penginapan O Gre­en, di mana satu wanita tanpa identitas bernama Ocha (30), warga Tunggul Hitam ikut digiring petugas.

Baca Juga : Perumda AM Kota Padang Umumkan Pemenang Lomba Karya Tulis Artikel HUT ke-46 Tahun

Dikatakan Kepala Unit Intelijen (Kanit Intel) Sat­pol PP Padang, Syamsul Ridwan, razia yang digelar kali ini sedikit me­nge­cewa­kan. Dari sekian tempat yang disam­bangi yang di­duga banyak terdapat prak­tek maksiat, hanya berhasil mengamankan tiga wanita dan satu pria.

“Sementara untuk ka­wasan Bukit Lampu, kami kesulitan untuk menjaring wanita malam. Karena, jarak yang jauh dan ketika mela­kukan razia sudah bocor dulu­an,” akui Syamsul Rid­w­an.

Baca Juga : Ada 52 Kasus Pernikahan di Bawah Umur di Kota Padang Tahun 2020, Penyebab Utama 'Hamil Duluan'

Amankan pelajar Bermain Koa

Sementara itu, Satpol PP juga mengamankan pelajar dari berbagai Sekolah Me­nengah Kejuruan (SMK) yang tertangkap basah se­dang ber­main kartu koa di waktu jam sekolah dengan menge­nakan seragam se­kolah di kawasan Anak Aia, Kecamatan Koto Tangah, kemarin sekira pukul 11.00 WIB.

Baca Juga : Cuma 2 Menit, Cetak Dokumen Kependudukan di Disdukcapil Kota Padang dengan Anjungan Dukcapil Mandiri

“Sebelas pelajar ini di­amankan, setelah kami men­dapatkan laporan ma­syarakat bahwa mereka se­ring bermain koa dan do­mino di lokasi dengan me­ngenakan seragam sekolah di jam sekolah,” tutur Kasat Pol PP, Firdaus Ilyas.

Dikatakannya, pelajar yang tidak masuk sekolah berawal dari kebiasaan me­re­ka berkumpul, sehingga sering memancing dari ter­libat tawuran antar pelajar, termasuk bermain judi.

Sementara itu, salah seo­rang pelajar yang diamankan mengatakan, tidak masuk sekolah, dikarenakan sudah terlambat, jika terlambat sudah tidak diizinkan lagi masuk untuk belajar. (h/mg-adl)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]