Kantor Proyek RS Unand Terbakar


Jumat, 18 Desember 2015 - 03:29:07 WIB
Kantor Proyek RS Unand Terbakar Kebakaran menghanguskan bangunan semi permanen di mess dan kantor proyek pembangunan gedung RS Unand, Kamis (17/12) pukul 11.45 WIB. Gedung yang dibangun PT Adhi Karya itu dijadwalkan rampung Maret 2016.

“Kebakaran ini disebabkan oleh salah satu kompor gas yang meledak di salah satu bangunan di mess tersebut, akibatnya total 10 bangunan yang luasnya sebesar 150 meter ini serta satu unit bagian depan mobil jenis Toyota Avanza milik Azmi (35) juga ikut terbakar,” terang Kepala Bidang (Kabid) Badan Penanggulangan Bencana Daerah & Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kota Padang Harri Fidrian kepada Haluan.

Ditambahkan Harri, pihaknya mendapatkan laporan dari Kepolisian Sektor Kota (Polsekta) Pauh bahwa kebakaran terjadi di RS Unand.

“Mendapat laporan tersebut, kami mener­junkan seluruh unit armada Damkar ke lokasi terjadinya kebakaran. Kerja kami sedikit terbantu karena dibantu satu unit mobil Damkar dari Unand dan satu unit dari PT. Semen Padang,” ungkapnya.

Lanjutnya, kesulitan dalam pe­madamam api kali ini adalah cuaca yag begitu terik dan banyaknya masyarakat yang menyak­sikan keba­karan tersebut sedikit menyulitkan memadamkan api.

“Awalnya kami mendapat laporan bahwa RS Unand terbakar, setelah kami tiba di Tempat Kejadian Peris­tiwa (TKP), yang terbakar adalah bangunan mess dan kantor proyek pembangunan RS ini. Sebanyak 70 orang personil kita terjunkan dalam kebakaran ini,” tukasnya.

Akibat dari kebakaran ini, akitivitas pekerjaan pembangu­nan RS Unand tersebut terhenti sementara karena kebakaran tersebut, total kerugian yang berhasil dihimpun Haluan men­capai Rp. 1,5 Miliar.

Namun, insiden menimpa salah satu petugas kampus yang terletak di kawasan Limau Manis, Kecamatan Pauh ini, Nofrizal (32) warga Limau Manis ketika hendak membantu memadam­kan api terkena material bangu­nan yang mengenai matanya.

“Beruntung tidak sampai mengenai kornea mata saya, dan dengan cepat saya langsung di­bawa oleh tim kesehatan dari Unand untuk dilakukan pengo­batan,” ungkap pria yang juga berprofesi sebagai Satpam di Unand ini kepada Haluan.

Salah seorang saksi yang me­nyaksikan langsung awalnya terjadi kebakaran, Wagiyono (41) menga­takan, saat itu ia sedang duduk diatas barak, kemudian ia melihat ko­baran api dari bawah baraknya. Sontak saja ia kaget dan langsung berteriak terjadinya kebakaran.

“Saya benar-benar panik keti­ka api berkobar dari bawah barak tempat saya beristirahat ini,” ungkap pria yang juga bertindak sebagai mandor plafon pemba­ngunan RS Unand ini.

Sementara itu, perwakilan PT. Adhi Karya, kontraktor pem­ba­ngunan Rumah Sakit (RS) Unand, kepa­da Haluan men­jelaskan, bahwa sebelum terjadi kebakaran pekerja sedang mela­kukan pekerjaan pembangunan seperti biasanya, tiba-tiba sebuah kompor meledak dan meng­hanguskan bangunan.

“Akibatnya, kami menderita kerugian mencapai Rp. 1,5 Miliar dimana sebagian besar adalah barang-barang yang akan ditem­patkan untuk RS ini,” terangnya.

Ketika disinggung durasi pembangunan RS Unand ini, pihaknya mengatakan pemba­ngunan ini dimulai pada bulan Februari tahun 2014 dan ditar­getkan rampung pada Maret 2016 nanti. (h/mg-adl)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]