Pada 20 Desember tahun 2015 ini, tidak terasa sekolah yang berada di Kabupaten Limapuluh Kota ini sudah berumur 33 tahun.
“Ya, sudah 33 tahun berdirinya SMK PP N Padang mengatas ini,” ujar Nensardi, Kepala SMK PP N Padang Mengatas.
Baca Juga : Apakah Malaikat akan Meninggal Layaknya Manusia?
Semenjak berdiri, sekolah yang bertetanggaan dengan Balai Pembibitan Unggul (BPTU) Padang Mengatas ini, setidaknya sudah mengganti namanya tiga kali. Dari awal, bernama Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP), Sekolah Peternakan Menengah Atas (Snakma) Padang Mengatas. Kemudian, sampai 2006 berganti lagi menjadi UPT SPP Negeri Padang Mengatas dan di tahun 2010 sampai sekarang menjadi SMK PP Negeri Padang Mengatas. Sekolah dengan enam kali pergantian pimpinan itu, sampai saat ini telah memiliki 2.830 lulusan.
“Semenjak berdiri, sudah ada 33 angkatan dengan 2.830 lulusan. Alumni sudah banyak tersebar di Indonesia,” ucap Nensardi.
Baca Juga : Cegah Korupsi Melalui Simplikasi Jabatan Fungsional
Nensardi yang telah menjabat sebagai Kepala SMK PP Negeri Padang Mengatas semenjak 2013 lalu itu menjelaskan, dari berdiri sampai sekarang, banyak perubahan yang berarti di SMK PP Negeri Padang Mengatas.
Seperti dari fisik pembangunan sekolah dan prestasi yang telah diraih selama ini. Sekolah yang dibangun di atas lahan seluas 8 hektare tersebut, kini sudah dilengkapi berbagai gedung pendukung proses belajar mengajar.
Baca Juga : Belum Bayar Listrik? Yuk Segera Lunasi Agar Liburan Semakin Nyaman
Seperti asrama siswa dengan kapasitas 125 siswa, gedung pertemuan dan serba guna, masjid, ruangan belajar, perpustakaan, labor, lapangan olahraga serta dilengkapi fasilitas IT seperti internet dan komputer. Dari segi prestasi, tidak terhitung lagi diperoleh SMK PP Negeri Padang Mengatas.
Bahkan, di tahun 2015 ini, sekolah kejuruan dengan hasil UN yang paling bagus setiap tahunnya di Limapuluh Kota ini, berhasil juara LKS tingkat nasional.
Baca Juga : Pendekatan Grass Root, Strategi Kominfo Penuhi Target Partisipasi Pemilih
“Untuk menuju sekolah sukses, yang saya terapkan hanya 3P,” terang Nensardi lagi.
Yaitu, penampilan, pelayanan dan prestasi (3P). “Penampilan harus bagus, pelayanan harus baik sehingga nantinya prestasi akan mengalir. Ini yang membuat besar SMK PP Negeri Padang Mengatas,” ujarnya.
Sekolah dengan program keahlian Agribisnis Produk Ternak ini, juga memiliki hewan peliharaan sebagai praktek siswa. Kandang yang berada di belakang sekolah, dipelihara 8 sapi, 3 kambing dan 2 biri-biri untuk praktek lapangan bagi siswanya.
Salah seorang guru yang telah mengajar semenjak sekolah tersebut berdiri menceritakan, dari tahun ke tahun banyak perubahan ke arah positif yang terjadi di SMK PP Negeri Padang Mengatas. Seperti jumlah siswa yang meningkat setiap tahunnya, kondisi lingkungan sekolah dan infrastruktur yang dimiliki SMK PP Negeri Padang Mengatas.
”Banyak yang berubah bahkan sekolah ini jauh lebih maju dari kondisi saat berdiri dahulu,”ujar Mirda Herdi, siswa tamatan tahun 1986 tersebut.
Selain alumni dari SMK PP Negeri Padang Mengatas, Mirda Herdi yang saat ini sudah menjadi Wakil Kepala Sekolah itu merasakan perubahan di sekolah tersebut.
Saat ini, memasuki umur ke-33 tahun, SMK PP Negeri Padang Mengatas memiliki 442 siswa dengan 63 guru pengajar. Begitu juga, sekolah yang bersebelahan dengan Markas Detasemen Zeni Tempur II Padang Mengatas itu juga memiliki paket keahlian baru Agribisnis Ternak Unggas.
Saat perayaan yang ke-33 tahun ini, SMK PP Negeri Padang Mengatas hanya dirayakan sesederhanya mungkin. Hari jadi diisi berbagai perlombaan antar sekolah di Kabupaten Limapuluh Kota.
“Perayaan hari jadi sudah dimulai semenjak sepekan yang lalu,”ucapnya.
Seperti jalan sehat ke lahan BPTU Padang Mengatas bersama masyarakat di Kecamatan Luak pada Minggu (13/12) kemarin. Kesenian KIM, olahraga keakraban antar sekolah seperti perlombaan voli antar SMP dan futsal antar SMA dan SMP se- Kabupaten Limapuluh Kota.
“Lomba futsal dan voli hingga Jumat ini dan 20 Desember diadakan acara puncak,” ucapnya. Acara puncak diisi dengan seremoni dan pertemuan antar alumni serta kegiatan bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Limapuluh Kota. ***
Laporan:
DADANG ESMANA