Coblos Sisa Surat Suara

7 Anggota KPPS Solsel Diadukan ke DKPP


Sabtu, 19 Desember 2015 - 03:19:17 WIB
7 Anggota KPPS Solsel Diadukan ke DKPP

Divisi Penanganan Pe­lang­garan, Panwaslu Solsel, Idris, Kamis (17/12) men­yebutkan, selama tahap pe­n­coblosan pihaknya me­ne­mukan pemilih mem­be­ri­kan hak pilihnya dua kali, pencoblosan sisa surat suara oleh KPPS, politik uang, KPPS tidak memberikan tandatangan serta ke­ter­libatan aparatur sipil negara (ASN) dalam Pilkada.

Kasus pemilih men­cob­los dua kali ini di­temukan di Kecamatan Sangir dan Sung­ai Pagu. “Sesuai PKPU No­mor 10 Tahun 2015, pe­mi­lihan suara ulang bisa di­la­kukan jika ditemukan lebih dari satu orang memberikan hak suaranya dua kali dalam satu TPS,” jelasnya. Namun dalam kasus ini, warga yang memberikan hak pilihnya dua kali hanya satu orang di satu TPS, sehingga tidak bisa dilakukan pe­milihan ulang. 

Untuk pencoblosan oleh KPPS, terjadi di TPS 7 Taratak Kecamatan Sangir dimana 35 lembar surat suara sisa dicoblos oleh KPPS. Pihaknya pun me­laporkan tujuh orang KPPS serta satu orang pengawas TPS ke DKPP.

“Ketujuh orang KPPS ter­sebut telah melakukan pen­coblosan terhadap 35 lem­bar surat suara sisa, se­dang­kan pengawas TPS membiarkannya dan tidak menindaklanjutinya sesuai aturan,” katanya.

Idris juga menjelaskan, sebanyak 35 lembar surat suara sisa tersebut dicoblos untuk pasangan nomor urut satu Muzni Zakaria-Abdul Rahman sebanyak satu sua­ra dan untuk nomor dua Khairunas-Edi Susanto se­ba­n­yak 34 lembar surat suara.

“Setelah ada laporan kita langsung menindak­lanjuti­nya dan terbukti me­reka melanggar kode etik se­hingga dilaporkan ke DK­PP,” terangnya. Dari 404 DPT ditambah enam pe­mi­lih menggunakan KTP, jum­lah suara sebelum dilakukan pencoblosan ol­eh KPPS su­a­ra untuk pas­lon Muzni-Abdlu Rahman adalah 9 suara dan paslon Khairunas- Edi Susanto 363 suara de­ng­an suara tidak sah sebanyak 3 suara.  Dan setelah di­coblos KPPS sua­ra untuk Muzni-Abdul Rah­man me­n­jadi 10 suara, Kha­i­­runas-Edi Susanto 397 dan suara tidak sah tetap 3 suara.

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solsel telah menyelesaikan rapat pleno rekapitulasi Pilkada Solsel di Kantor Kementerian Agama se­tem­pat pada, Kamis (17/12) dengan suasana kondusif.

Hasil perolehan masing-masing selisih 501 suara untuk keunggulan pasangan calon (Paslon) Muzni Za­karia-Abdul Rahman, di­mana, no­mor urut satu unggul dengan perolehan 37.764 suara atau 50,33 persen. Se­dangkan ri­val­nya Khairunas-Edi Su­santo no­mor urut dua sebesar 37.263 suara.

Setelah proses pleno rekapitulasi selesai saksi nomor dua Afrizal Candra menyatakan belum mau menandatangani hasil re­kapitulasi dikarenakan se­bagai bentuk ruang yang diberikan hukum. Dimana, ada keberatan atau merasa pemilu ini be­lum berjalan dengan se­mes­tinya sesuai peraturan pe­run­dang-un­dang­an sehingga ada celah bagi setiap kan­didat atau saksi untuk me­nga­m­bil si­kap tidak me­nanda­tangani.

“Ditandatangani atau tidak, tidak akan me­ngu­rangi makna penetapan ple­no rekapitulasi,” terangnya.

“Pelaksanaan Pilkada tahun ini diwarnai banyak kecurangan dan juga ke­tidak­siapan KPU dalam menye­lenggarakannya,” ta­m­­bah­nya. Kendati de­mi­kian, ru­ang disediakan oleh undang- undang dimana untuk me­nga­jukan gugatan ke mah­kamah konstitusi (MK).

“Untuk gugatan ke MK kami belum memikirkan,” tandasnya. Afrizal juga me­ngatakan, dalam Pilkada ini pihaknya menemukan pe­langgaran sekitar 12 kasus dan dilengkapi alat bukti. “Kasus seperti peng­gelembungan su­rat suara, pemilih ganda pe­milih me­n­coblos dua kali,” urainya.

Sementara dalam pleno ini, saksi pasangan nomor urut satu Mursiwal men­ya­ta­kan me­ne­rima semua ha­sil peng­hitungan yang di­la­kukan mulai tingkat TPS, PPK dan Kabupaten. “Ka­mi me­ne­rima hasilnya ka­re­na sudah sesuai dengan data yang kami miliki,” katanya. (h/jef)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]