Perbaiki Martabat DPR, Perlu Revisi UU MD3


Sabtu, 19 Desember 2015 - 03:36:10 WIB
Perbaiki Martabat DPR, Perlu Revisi UU MD3

“Ini adalah momentum yang tepat untuk perbaikan kinerja dan martabat DPR,” kata Daniel di Gedung DPR, Jakarta, Jumat.

Dua hari lalu (16/12), terjadi hal bersejarah di Indonesia. Untuk pertama kali —bahkan sejak Orde Baru berkuasa— seorang ketua DPR mengundurkan diri karena dinilai terbukti bersikap tidak patut dalam kapasitasnya di kursi itu. 

Setya Novanto mengun­dur­kan diri karena terlibat per­sekongkolan terkait di­ves­­tasi dan permintaan pe­nya­­luran saham PT Free­port Indonesia. Johan me­nam­­bahkan, masyarakat ingin ada peru­bahan di DPR dan itu perlu revisi UU MD3. 

“Revisi sebuah kenis­ca­ya­an. Memang heboh tapi men­­jadikan DPR lebih baik, ada hasilnya. Kalau seka­rang, DPR jeblok dan jadi ti­tik terendah dari hasil sur­vei,” kata politisi PKB itu. ‘Se­lama fraksi-fraksi ber­­niat un­tuk memperbaiki DPR, ma­ka secepatnya dila­kukan revi­si UU MD3,” tam­bah­nya.

Ia mengaku, saat ini be­lum secara resmi dibi­cara­kan di pimpinan fraksi-frak­si. “Harus diformalkan waca­na revisi UU MD3. Saya do­rong fraksi saya secepatnya untuk mela­kukan perte­mu­an antar ke­tua fraksi untuk kocok ulang dan revisi UU MD3,” kata Johan. (h/ant)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]