Menanti Babak Baru dalam Kasus Suap APBD Riau


Sabtu, 19 Desember 2015 - 03:42:01 WIB
Menanti Babak Baru dalam Kasus Suap APBD Riau

Kini, babak baru telah menanti. Sebut saja, Gu­bernur Riau Nonaktif An­nas Maamun yang juga men­jadi tersangka dalam kasus ini. Penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih melakukan pemberkasan perkara se­belum nantinya di­lim­pah­kan ke pengadilan untuk di­l­a­kukan proses penuntutan.

Tidak hanya Annas. Da­lam kasus suap Rp1,10 mi­liar, meski Ahmad Kirjuhari hanya mengakui menerima Rp900 juta untuk dibagi-bagikan ke sejumlah anggota legislator Riau periode 2009-2014, diduga turut me­li­bat­kan pihak lainnya. Mereka ti­dak lain me­r­u­pakan ko­le­ganya saat ma­sih menjabat selaku anggota DPRD Riau.

Baca Juga : Lari Pagi Bersama Sandi Uno, Audy Joinaldy Bahas Strategi Pengembangan Pariwisata Sumbar

Hal tersebut sebag­ai­mana tertuang dalam pu­tu­san ma­jelis hakim yang me­­me­riksa perkara Ahmad Kir­juhari. Dalam pu­tu­san­nya, majelis hakim yang diketuai Masrul me­nyebut ada pihak lain yang ber­tanggungjawab dalam me­ne­rima janji guna memuluskan dua anggaran daerah Riau tersebut.

Sekedar mengingatkan, kasus dugaan korupsi pe­nga­daan lahan Bhakti Praja di Kabupaten Pelalawan de­ngan tersangka Tengku Az­mun Jaafar. Penetapan man­tan Bupati Pelalawan ter­sebut sebagai tersangka, salah satunya disebabkan dari per­timbangan hukum majelis ha­­kim dalam pu­tusan ter­dakwa Marwan Ibrahim.

Baca Juga : Khusus Januari-Februari, Emersia Hotel Batusangkar Beri Paket Khusus Spesial Deal Rindu

Dalam putusannya kala itu, majelis hakim menyebut ada pihak lain yang ber­tang­gungjawab dalam kasus ko­rupsi yang telah merugikan keuangan negara lebih dari Rp38 miliar. Untuk itu, hakim meminta penyidik untuk menindaklanjuti per­kara dengan memeriksa Teng­ku Azmun Jaafar. (hr)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]