19 Kg Ganja Disita, Otak Sindikat di Lapas Lubukbasung


Sabtu, 19 Desember 2015 - 03:48:33 WIB
19 Kg Ganja Disita, Otak Sindikat di Lapas Lubukbasung KASAT Narkoba Pasaman AKP Johannes (kanan-duduk) saat menginterogasi dua orang tersangka kasus ganja, Bayu (kiri), Ilham (tengah), kemarin. (IST)

19 paket besar ganja kering itu disita dari Ilham (35) warga Payakumbuh dan Bayu (22) warga Solok. Keduanya kini diamankan di Mapolres Pasaman. Menurut pengakuan tersangka, ganja kering itu dikendalikan oleh seorang nara pidana, inisial R yang kini menjalani masa hukuman di Lapas Kelas II B Lubukbasung, Kabupaten Agam.

Ganja kering yang belum dipaket dengan lakban itu, ditangkap polisi bertepatan pada lokasi truk fuso jatuh dan terbakar di TKP. Aki­bat truk jatuh dan terbakar itu, kemacetan tidak dapat dielak­kan. Pada saat kemacetan itulah, aparat kepolisian sempat men­curigai mini bus BM 1148 QP yang dikendarai Ilham (35) warga Payakumbuh bersama rekannya Bayu (22) warga Solok, tampak gugup.

Baca Juga : Tebar Amal Jariah di Kawasan Pelosok, Audy Joinaldy Apresiasi Konco Arek Sahati

 Kapolres Pasaman AKPB Agoeng SW melalui Kasat Nar­koba AKP Johannes menjelas­kan, ketika terjadi kemacetan itu, Wakapolres Kompol Sihana mencoba untuk mem­berhen­tikan mobil Ilham. Kurir ganja yang sudah kegugupan itu, men­coba untuk mundur, namun ada-ada saja, mobil pembawa ganja itu menabrak motor anggota polisi yang terparkir di pinggir jalan.

”Ia nampaknya sudah ketaku­tan dan gugup, dikira polisi razia, padahal ada kemacetan di TKP karena ada truk BK 8237 EC jatuh ke sungai dan terbakar. Dia gugup dan mencoba memun­durkan ken­­daraan, namun saat ia me­ngetahui menabrak motor, dia pun tancap gas. Untung saja, warga yang ada di lokasi, turut mem­bantu dan menghentikan ken­daraan Ilham,” jelas Johannes.

Baca Juga : Ahli Epidemiologi: Kesuksesan Vaksinasi Tahap Pertama Jadi Tolak Ukur Pelaksaan Selanjutnya

Johannes melanjutkan, hu­bungan kedua kurir itu dengan warga binaan di Lapas Kelas II B Lubukbasung inisial R adalah saudara. Ilham mengaku sebagai adik R, yang diduga otak pere­daran ganja kering itu.

 ”Dari pengakuan tersangka, Ilham dihubungi dari dalam lapas oleh R, dan diberi uang Rp600 ribu untuk rental kenda­raan. Kemudian R juga meng­hubungi Bayu, untuk menemani Ilham mengambil paket ter­sebut,” terangnya.

Baca Juga : 28 Formasi CPNS Sumbar Masih Kosong, Dokter Spesialis Terbanyak

Setalah sampai di Penyabu­ngan, lanjut Johannes, R kembali menghubungi Ilham dan disam­bungkan pada penjual ganja. Mereka bertiga berbicara melalui telepon seluler, untuk menga­tahui pengambilan paket ganja tersebut.

Menurut pengakuan Ilham, ia dikirimi uang sebanyak Rp3 juta untuk membeli ganja tersebut. Jika dijual kembali, kemungki­nan harga barang tersebut men­ca­pai Rp25 sampai Rp30 juta.

Baca Juga : Heboh Siswa Pakai Jilbab di Padang! Bundo Kanduang: Minang Tak Pernah Terjadi Konflik, Sudahi Pertikaian dan Jangan Diperuncing Lagi

Menurut keterangan Bayu, ia ikut mengambil ganja kering tersebut, dan menemani Ilham atas permintaan R.

Atas tindakan kedua kurir itu, mereka dapat dijerat sesuai pasal 111 ayat (1) jo pasal 115 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kapoles Pasaman AKBP Agoeng Suryonegoro Widayat menegaskan, saat ini pihaknya tengah mendalami dugaan keter­libatan nara pidana yang ada di Lembaga Pemasyarakatan (La­pas) Kelas II B Lubuk Basung, Kabupaten Agam, terkait penge­daran ganja kering tersebut.  

Agoeng menjelaskan, apa hubungan R dan Ilham masih ditelusuri, demikian juga cara R menghubungi I, apakah dari telepon selular, atau saat jam besuk nara pidana di lapas terse­but. “Kami masih harus menda­lami apakah yang digunakan R, untuk menghubungi dua tersang­ka Ilham dan Bayu tersebut adalah telepon genggam yang dimilikinya sendiri, atau ada keterlibatan orang lain saat jam besuk, atau lainnya. Demikian juga cara R melakukan transfer uang, masih menjadi tanda tanya,” kata Agoeng.

Selain itu, bagaimana R menuju Anjungan Tunai Mandiri (ATM) juga masih menjadi pendalaman dan tanda tanya ke­polisian. “Apakah ada kelalaian atau tidak dari pihak terkait itu internal mereka, kami tidak men­campurinya,” tutupnya. (h/col)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]