Sukses Laksanakan Program Pusat

SMAN 1 Solsel Dapat Bantuan Dana APBN


Senin, 21 Desember 2015 - 01:34:34 WIB
SMAN 1 Solsel Dapat Bantuan Dana APBN

Kepala SMAN 1 Solsel, Rifdanilson mengatakan, pro­gram terebut, di antaranya ada­lah revitalisasi pembangunan kantor dan aula sekolah, sebagai sekolah model dan sebagai sekolah induk klaster ku­ri­ku­kulum 2013. “Untuk revitalisasi pembangunan mendapatkan kucuran dana sebesar Rp1,5 Miliar, yakni untuk bangunan kantor, lobbi, ruang kelas dan ruang aula dan aula bertingkat.

Ia menjelaskan, bangunan tersebut berukuran seluas 840 m2. Sesuai dengan Surat Ke­pu­tusan Direktur Pembinaan SMA Nomor: 3227/D4/KU/2015 Tanggal 24 Agustus 2015 di­bebankan pada dana Daftar Isi Pengguna Anggaran. Pekerjaan ini dilaksanakan dalam jangka waktu 180 hari. “Insyaallah kami bisa menyelesaikan sesuai target waktu yang ditentukan,” ucapnya saat dihubungi Haluan, Minggu (20/12).

Baca Juga : Tahun Ini, 25 Nagari di Agam akan Menggelar Pemilihan Wali Nagari

Untuk program sekolah induk kluster kurikulum 2013, kata Rifdanilson, pihaknya melakukan pembinaan kepada sembilan sekolah sa­saran,  yakni satu se­kolah di Solsel dan de­lapan sekolah ada di Kabupaten Solok.

“Kami melakukan pembinaan terkait pe­ma­haman pemanfaatan kurikulum 2013. Arti­nya, selama enam bu­lan kami rutin menggelar sosialisasi dan pe­la­tihan,” sebutnya.

Baca Juga : Selasa Depan, 1.292 Tenaga Kesehatan di Agam Jalani Vaksinasi Covid-19

Ia menuturkan, sekolah induk klaster tingkat SMA di Indonesia berjumlah 300 se­kolah, 8 di antaranya berada Di Sumbar. Salah satunya adalah SMAN 1 Solsel, yang dipercaya sebagai sekolah induk klaster di wilayah Solsel dan perbatasan kabupaten Solok. Sekolah-sekolah yang di dalamnya adalah SMAN 1 Solsel, SMAN 3 Solsel, SMAN 1 Pantai Cermin, SMAN 1 Lembah Gumanti, SMAN 1 Danau Kembar, Pesantren Ah­mad Natsir, SMAN Le­m­bang Jaya II, SMAN Lembang Jaya I, SMAN 1 Payung Sekaki dan SMAN 1 Tigalurah.

“Setiap induk klaster mem­be­rikan pelatihan kepada sem­bilan sekolah dengan di­dam­pingi oleh para tenaga pen­damping yang telah mendapat pelatihan terlebih dahulu,” katanya.

Baca Juga : Disdik Solsel Bahas Kelanjutan Sekolah Tatap Muka

Salah seorang instruktur nasional yang juga guru Ma­te­matika di SMAN 1 Solsel, Chen Chen Putri Ayu mengatakan, guru pendamping sekolah yang pernah mengikuti bimbingan teknis nantinya akan dibekali pengetahuan mengenai ku­ri­kulum 2013.

“Masing-masing sekolah melibatkan dua orang guru yang bertugas nantinya sebagai instru­ktur di sekolah mereka masing-masing,”jelas Chen Chen.

Baca Juga : Berikut Rincian Sumber Bantuan Bencana Banjir Bandang Solsel 2019

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Solsel, Fidel Efendi menyampaikan, sekolah yang ikut dalam program kurikulum 2013 merupakan SMA yang telah menjalankan minimal tiga semester pada tahun ajaran 2014. Sedangkan sekolah yang baru menjalankan program ku­ri­ku­lum 2013 satu semester pada tahun ajaran 2014, kembali menggunakan kurikulum KTSP.

“Kami harapkan kepada tim pendamping, mampu me­lak­sanakan tugas sebaik-baiknya di sekolah masing-masing karena telah mendapatkan amanah serta kepercayaan dari se­kolah­nya, ”tutup Fidel Efendi. (h/jef)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]