Kodam I Bukit Barisan

Pusatkan Peringatan HUT Infanteri ke-67 di Bukittinggi


Senin, 21 Desember 2015 - 01:39:07 WIB
Pusatkan Peringatan HUT Infanteri ke-67 di Bukittinggi Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Infantri Tahun 2015 Kodam I Bukit Barisan di pusatkan di Lapangan Wirabarja Kodim 0304/Agam, Sabtu (19/12). (RUDI GATOT)

Upacara HUT Infanteri ke-67 tahun 2015 yang ber­tepatan dengan hari Bela Negara, mengangkat tema “D­e­ngan Dilandasi Se­ma­ngat Yudha Wastu Pra­muka Kita Tingkatkan Pro­fe­sio­nalisme, Militansi dan So­liditas Bersama Rakyat Se­bagai Landasan Bela Ne­gara Dalam Rangka Tugas Pokok TNI AD”.

“Mari kita jadikan HUT Infantri ini sebagai moment untuk menghayati dan me­me­lihara nilai nilai per­jua­ngan, menciptakan ke­hi­du­pan yang harmonis se­bagai pen­cer­minan kesa­tuan dan per­satuan bangsa. Dan kepa­da seluruh satuan untuk se­lalu se­­nantiasa mem­­bangkitkan se­mangat dan mewujudkan ji­wa pa­triotisme,” Kata Kas­dam I Bukit Barisan Brigjen TNI Widagdo Hendro Su­koco.

Baca Juga : Tuntas Akhir Februari, 2.412 Nakes di Sumbar Sudah Divaksin

Dikatakannya, upacara hari Infanteri ke-67 diikuti oleh seluruh satuan di wi­layah Kodam I Bukit Ba­risan, yang sebelumnya di­awali dengan pelaksanaan per­helatan akbar kegiatan Ge­rak Jalan Peleton Be­ran­ting Yuddha Wastu Pra­muka Jaya (YWPJ). Dalam kegia­tan ini pasukan ber­jalan kaki yang terbagi da­lam 10 rute, dengan satu rute sejauh 20 sampai 25 KM.

Gerak jalan Peleton Be­ranting YWPJ tahun 2015 digelar selama tiga hari yang di­mulai tanggal 16-18 De­sember dan diakhiri dengan Upacara puncak hari Infan­teri pada tanggal 19 De­sember 2015. Kegiatan ge­rak jalan menempuh rute mu­lai dari Wilayah Kota Padang, Kabupaten dan Ko­ta Solok, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam dan berakhir di wilayah Kota Bukuittinggi.

Baca Juga : Forum Masyarakat Terdampak Jalan Tol di 50 Kota Melapor ke Komnas HAM dan Ombudsman

“Kegiatan ini meli­bat­kan se­luruh Pasukan dari Batalyon Infanteri yang ada di Kodam I/Bukit Barisan sebagai Peleton inti, selain itu juga dalam pe­lak­sa­naan­nya juga melibatkan seluruh satuan kecabangan yang ada,” jelasnya.

Menurut Widagdo, Ci­kal bakal diperingatinya hari Infantri adalah untuk me­ngenang perjuangan ma­syara­kat bersama prajurit pa­da saat tahun 1948 ber­samaan dengan dikuasainya Yogyakarta oleh Indonesia dari Belanda.

Baca Juga : Hari Ini, Delapan Pejabat Esensial Sumbar Ikut Vaksinasi Kedua

Sebab, perjuangan TNI pada masa itu tidak terlepas dari bantuan masyarakat, sehing­ga mampu mem­per­tahan­kan Kemerdekaan In­donesia. Jadi, dengan waktu yang bersamaan ini, sangat tepat untuk membentuk dan mewujudkan ke­ma­nung­galan TNI dan Rakyat.

Kegiatan gerak jalan peleton beranting sebut Widagdo, untuk mengenang kembali 67 tahun silam saat Panglima Besar Jenderal Su­dirman melakukan per­lawanan kepada penjajah. Kala itu, prajurit bersama rak­yat saling bahu-mem­bahu mengusir penjajah dari bumi pertiwi. “Waktu itu, belum kenal korps atau angkatan. Disitulah, para prajurit dan rakyat bersatu-padu melawan aksi pen­jajahan,” ujarnya.

Baca Juga : Berkat Bayar Listrik Awal Bulan, Rika Pun Pergi Umrah

Widagdo berharap, ni­lai-nilai sejarah tersebut bisa dimaknai prajurit Infanteri atau satuan Infanteri seba­gai bagian dari pribadi mau­pun ditengah masyarakat. Dengan begitu, prajurit Infanteri akan semakin me­mantapkan diri untuk ber­sama-sama membangun ne­gara lebih solid. (h/tot)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]