Dana Desa Tahap III Cair Minggu Ini


Senin, 21 Desember 2015 - 01:41:01 WIB
Dana Desa Tahap III Cair Minggu Ini

Kepala BPM Sumbar Syafrizal ditemui Haluan akhir pekan lalu di Audtorium Gu­bernuran Sumbar mengatakan, dana desa tahap III akan segera ditransfer pemerintah pusat ke rekening desa /nagari penerima. Pengucuran dana tahap III ini memang di luar target sebelumnya sehingga baru bisa dilakuan minggu ketiga Desember ini.

“Rencananya dana tahap III ini dijanjikan pemerintah pusat akan disalurkan pada November lalu, namun karena pada saat itu serapan dana desa tahap I dan II belum terserap sepenuhnya makanya diundur,” terang Syafrizal.

Hingga awal Desember lalu dana desa tahap I dan II telah terserap sepenuhnya dengan kisaran untuk fisik di atas 90 persen dan untuk serapan anggaran 80 persen. Sehingga kondisi saat ini untuk mencapai target 100 persen di akhir tahun ini bisa tercapai dengan segera disalurkannya dana tahap III ini.

“Kami yakin akan bisa mencapai target karena pengerjaan infrastruktur di desa/nagari tetap lanjut. Bahkan aparat desa/nagari berutang dulu untuk melanjutkan pekerjaan sambil menunggu tahap III cair,” ujarnya.

Penyaluran dana desa dilakukan tiga tahap. Tahap pertama pada Mei 2015 sebesar 40 persen. tahap II pada Agustus sebesar 40 dan tahap III sebesar 20 persen Desember 2015.

Di Sumbar ada 12 kabupaten dan dua kota yang mendapatkan dana tersebut. Kota yang masih menerima dana itu masing-masing Kota Sa­wahlunto dan Kota Pariaman. Hal itu dikarenakan pada dua kota ini memiliki desa. Total ada 880 nagari dan desa yang mendapatkan bantuan, sekitar Rp300 juta per nagari di Sumbar.

Sementara itu, BPM Sumbar juga mendukung usulan perubahan formula alokasi pada Pasal 11 Nomor 22 Tahun 2015 tentang Dana Dasa. Karena selama ini alokasi dana desa yang diatur dalam aturan tersebut kurang adil khususnya bagi Sumbar.

Syafrizal mencontohkan perbandingan antara Aceh dan Sumbar. Aceh yang jumlah pen­duduknya sebanyak 5,1 juta dan desa hampir 6.000, mendapatkan alokasi dana desa sebesar Rp550 miliar atau total Rp 3 triliun. Sementara Sumbar, jumlah penduduknya sekira 5,7 dengan 880 nagari, hanya mendapatkan alokasi dana desa hampir Rp 600 miliar.

“Perlu formula khusus untuk alokasi dana desa bagi Sumbar. Sebab, jika mengacu pada sejarah, sebelum Sumbar kembali pada sistem pe­merintahan nagari, daerah ini mempunyai 4.000 Jorong, inilah yang dijadikan desa oleh Pemprov Sumbar untuk mengatur masalah pemerintahan setempat. Seharusnya, formulasi untuk Sumbar, 4.000 dikali 500 miliar,” paparnya.

Menurut Syafrizal, jika terus mengacu pada PP 22/2015, hampir Rp2 triliun kerugian Sumbar per tahun. Sebab, satu nagari di Sumbar bisa terdiri dari 12 desa. “Itu sangat merugikan Sumbar. Kami sudah mengusulkan perubahan ke DPD RI, paling tidak untuk Sumbar dicarikan formulanya,” paparnya. (h/mg-isr)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]