Eksistensi Kesenian Minang Terancam Modernisasi


Senin, 21 Desember 2015 - 01:46:06 WIB
Eksistensi Kesenian Minang Terancam Modernisasi

“Banyak kesenian tra­disional yang terancam pu­nah, karena tidak ada re­generasi, jarang diper­tunj­ukkan, dan juga karena pelaku-pelakunya sebagian sudah uzur dan me­ninggal,” tegas Kepala Taman Budaya Sumbar Muasri di Padang, ketika penutupan Festival Pertunju­kan Kese­nian Tra­disional, Sabtu (19/12) ma­lam.

Ia mengatakan, di tengah ancaman modernisasi itu, di Sumatera Barat masih ada enam macam kesenian yang masih eksis, yaitu seni rupa, musik, teater, tari, kerajinan tangan dan seni berwawasan teknologi.

Baca Juga : Tahun 2020, Capaian PAD Perumda AM Kota Padang Melebihi Target

Beragam kesenian ini masih eksis di Sumbar, terang dia, yang dapat ter­lihat dengan pertunjukan dan pagelaran yang dia­dakan di Taman Budaya.

Ia menyebutkan, jenis seni tari tradisional yang masih eksis di antaranya tari pasambahan, tari piring, tari payung, tari indang, dan randai. Sedangkan alat mu­sik tradisional di antaranya, saluang, bansi, talempong, rabab, dan gendang tabuik.

Baca Juga : Perumda AM Kota Padang Umumkan Pemenang Lomba Karya Tulis Artikel HUT ke-46 Tahun

“Taman Budaya Sumbar terus mendorong kesenian itu agar tetap bertahan dan hidup salah satunya dengan sering mengadakan per­tunjukan dan pagelaran ser­ta pameran. Meskipun tidak rutin mengadakan perge­laran seni setiap bulan, akan tetapi grup-grup seni ter­sebut diberikan kebebasan untuk berlatih setiap hari di gedung itu. Kesenian mem­butuhkan wadah dan wa­dahnya adalah pameran dan pergelaran, semakin sering pertujukan seni diadakan maka semakin eksis pula seni tersebut,” imbuh dia.

Selain itu agar kesenian ini tidak menghilang ia meng­harapkan dukungan semua pihak, baik dari pe­me­rintah maupun masyara­kat. Ia menilai, saat ini apresiasi masyarakat terha­dap kesenian tradisional mulai berkurang dan lebih menyukai kesenian dari negara lain.

Baca Juga : Ada 52 Kasus Pernikahan di Bawah Umur di Kota Padang Tahun 2020, Penyebab Utama 'Hamil Duluan'

Lebih lanjut Muasri men­jelaskan, festival ter­sebut merupakan kegiatan peru­bahan dari kegiatan yang pernah digelar pada tingkat nasional pada tahun lalu. Menurut Muasri, tuju­an dari festival tersebut, adalah untuk merangsang grup-grup tari di Ranah Minang.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Sexri Bu­diman mengatakan dari 19 grup yang ikut15 grup yang diperlombakan, sedangkan 4 grup lagi hanya sebagai pertunjukan khusus.

Baca Juga : Cuma 2 Menit, Cetak Dokumen Kependudukan di Disdukcapil Kota Padang dengan Anjungan Dukcapil Mandiri

Ke empat grup tersebut yakni Saandiko dari Kota Bukittinggi, Musikal Puisi dari MAN 2 Padang dan dua grup lagi dari Kota Paya­kumbuh.

“Pemenang lima terbaik pertama grup dari Agam, kedua Limapuluh Kota, ketiga Pesisir Selatan, ke empat Sijunjung, kelima Padang Panjang,” urai Sexri Budiman.

Lebih lanjut Sexri Budi­man menjelaskan, diharap­kan bagaimana seni tradisi dapat dikemas semaksimal mungkin sehingga seni tra­disi dapat diangkat kembali dan digemari oleh ma­syarakat.(h/ows)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]