Bangkai Kapal MV Boelongan Bisa Produktif


Senin, 21 Desember 2015 - 01:57:44 WIB
Bangkai Kapal MV Boelongan Bisa Produktif

Untuk meng­hasilkan pendapatan besar, bangkai kapal berdimensi 100x11x3,7 meter tersebut sa­ngat bergantung pada stategi pengem­bangan wisata bahari kapal tenggelam.

Ketua Bidang Wisata Bawah Sir dan Tim Per­ce­patan Pengembangan Wi­sa­ta Bahari Ke­men­terian Pa­ri­wisata Cipto Aji Gunawan Minggu dalam workshop strategi pengembangan wi­sata baharu kapal tenggelam di Painan menyebutkan, perlu ada persepsi dan pe­ma­haman yang sama tentang sejarah kapal.

Baca Juga : RSUD Tapan Sosialisasikan Vaksinasi Covid-19 Pada Lintas Sektor

“Sejarah kapal akan me­n­­jadi hal yang me­narik un­tuk dikunjungi selain ke­as­rian dan keindahan di ling­kung­an kapal karam,” kata Cipto Aji Gunawan.

Selanjutnya Zainab Ta­her arkheolog yang jadi pe­materi menyebutkan, KB­WT Man­deh akan terus berkembang. Dan salah satu daya tariknya adalah ke­in­da­han bangkai kapal MV Boe­longan. “Ma­ka kunjungan dapat be­r­kem­bang bila stra­tegi pengem­bangan objek wisata itu harus tepat. Pada beberapa tempat kapal ka­ram pendapatan bisa men­capai ratusan milyar setiap tahun,” katanya.

Baca Juga : KKP RI Lepaskan Benih Lobster di Pantai Nagari Sungai Pinang

Zainab Taher juga men­ye­butkan, kapal itu harus juga terhindar dari pe­ng­ru­sakan tangan jahil. Bangkai kapal tersebut kini menjadi aset sejarah nasional, se­mentara bagi Pessel menjadi asset keindahan bawah laut yang diminati penyelam dunia.

“Ini merupakan ke­ka­ya­an bawah laut di Taman Wisata Laut Mandeh. Selain bernilai sejarah bagi dunia, kini berbagai ikan unik juga bersarang disana,” katanya.

Baca Juga : Angka Kematian Karena Covid-19 di Sumbar Mencapai 2,22 %

Ia juga menyebutkan, kapal legendaris tersebut merupakan kapal untuk mengangkut orang demi kepentingan Belanda. Ka­pal tersebut karam pada  28 Januari 1942, di Nagari Mandeh, Koto XI Tarusan setelah dibombardir Jepang saat membawa tawanan ber­ke­bangsaan Jerman. Se­belum di bom ia berada diluar Teluk Mandeh, lalu berupaya menyelamatkan diri ke dalam teluk.

Kapal tersebut mer­u­paka type chargo ship di­esel. Dibuat tahun 1915 dengan berat 1053 grt. Me­miliki dimensi 100x11x3,7 meter. Mesin Gcyl work­spoor diesek engine. Kapal itu memiliki kekuatan 750 b.h.p dengan kecepatan 8,25 knots. Boeloengan kini dijadikan spot diving atau pusat menyelam di Taman Laut Mandeh. Bangkai MV Boeloengan merupakan keindahan bawah laut yang banyak digemari para pen­yelam. (h/har)

Baca Juga : Angka Kesembuham Covid-19 di Sumbar Mencapai 91,89 %

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]