Pemerintah Serahkan Data RT Miskin ke PLN


Senin, 21 Desember 2015 - 02:00:48 WIB
Pemerintah Serahkan Data RT Miskin ke PLN

Serah terima dilakukan oleh Kepala Sub Direktorat Harga dan Subsidi Listrik Jisman P. Huta­julu kepada Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun, dan Kepa­la Divisi Sistem dan Teknologi Informasi PLN Agus Sutiawan.

Data elektronis yang dibe­rikan dalam bentuk satu ke­ping Compact Disc (CD) ini berasal dari Pemutakhiran Basis Data Terpadu 2015 oleh Tim Nasional Percepatan Penang­gulangan Kemiskinan (TNP2K). Berdasarkan data tersebut, ada 4.016.948 rumah tangga miskin dan rentan miskin yang layak menerima subsidi listrik dengan daya 900 VA, sementara data pelanggan PLN dengan tariff R1- 900 VA per November 2015 ada 22.639.000 rumah tangga.

Baca Juga : Bahayakan Penerbangan, Awan CB Berpotensi Tinggi Selama 7 Hari ke Depan

Untuk memastikan tarif lis­trik bersubsidi dirasakan oleh masyarakat kurang mampu, PLN akan melakukan pemadanan data pelanggan dengan data TNP2K. Pemadanan data penerima sub­sidi listrik golongan tarif R-1 900 VA ini dimulai pada Januari 2016 dengan survey lapangan, yai­tu mendatangi satu-per-satu ru­mah tangga sesuai data TNP2K.

Agar pemadanan data berja­lan dengan baik, PLN akan mela­kukan sinergi dengan berbagai pihak terkait.  Langkah sinergis ini bertujuan untuk memastikan data TNP2K terdistribusi dengan tepat ke masing-masing Unit PLN hingga ke unit terkecil, yaitu Rayon/Ranting dan memastikan kesiapan SDM yang bertang­gungjawab dalam survey penda­taan. Selain itu, PLN juga akan memastikan masyarakat tahu sarana untuk menyampaikan keluhan atau keberatan, serta memastikan bahwa aparat peme­rintah setempat mengetahui adanya kegiatan pendataan subsi­di listrik tepat sasaran.

Baca Juga : Amazing! Ada Ikan Bisa Berjalan dari Papua

Seperti diketahui sebe­lum­nya, pemerintah menetapkan bahwa subsidi listrik bagi pe­langgan rumah tangga  hanya diperuntukan bagi rumah tangga miskin dan rentan miskin yang terdapat pada data TNP2K.

Oleh karena itu, layanan penyambungan baru dan peru­bahan daya (PB/PD) untuk kon­sumen rumah tangga daya 450 VA dan 900 VA hanya dapat diproses apabila menyertakan fotokopi salah satu dari dokumen yang diterbitkan oleh peme­rintah, yakni  Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Perlin­dungan Sosial (KPS), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Baca Juga : Grup Lion Air Berduka, Dirut Batik Air Meninggal Dunia

Apabila pelanggan termasuk dalam kategori miskin dan rentan miskin, namun tidak terdaftar dalam data TNP2K, maka dapat melapor ke Kantor Kelurahan setempat untuk dimintakan konfirmasinya kepada TNP2K. (rel)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 24 Januari 2021 - 09:40:09 WIB

    Bahayakan Penerbangan, Awan CB Berpotensi Tinggi Selama 7 Hari ke Depan

    Bahayakan Penerbangan, Awan CB Berpotensi Tinggi Selama 7 Hari ke Depan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat dan semua pihak yang terkait dengan sektor transportasi udara selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca signifikan atau potensi cuaca ekstrem yang m.
  • Ahad, 24 Januari 2021 - 08:04:00 WIB

    Amazing! Ada Ikan Bisa Berjalan dari Papua

    Amazing! Ada Ikan Bisa Berjalan dari Papua Ini sungguh ajaib, ada ikan bisa hidup di dua dunia, darat dan air. Selain itu, ikan yang berasal dari Papua ini juga bisa berjalan. Seperti apa ya ikannya?.
  • Ahad, 24 Januari 2021 - 06:58:01 WIB

    Grup Lion Air Berduka, Dirut Batik Air Meninggal Dunia

    Grup Lion Air Berduka, Dirut Batik Air Meninggal Dunia eluarga besar Grup Lion Air berduka, Direktur Utama Batik Air Capt. Achmad Luthfie meninggal dunia pada Sabtu (23/1/2021), pukul 21.08 di salah satu rumah sakit di Tangerang, Banten..
  • Ahad, 24 Januari 2021 - 01:15:08 WIB

    Tjahjo: PNS Terpapar Radikal dan Terorisme, Siap-siap Dipecat

    Tjahjo: PNS Terpapar Radikal dan Terorisme, Siap-siap Dipecat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa pemerintah melalui Kementerian PANRB akan menindak tegas ASN yang terpapar paham radikalisme dan terlibat dalam kegiatan rad.
  • Sabtu, 23 Januari 2021 - 21:59:44 WIB

    BPS Sebut Ada Dua Provinsi yang Penduduk Perempuannya banyak dari Laki-laki

    BPS Sebut Ada Dua Provinsi yang Penduduk Perempuannya banyak dari Laki-laki Kepala BPS Suhariyanto menyebut, hanya ada dua provinsi di Indonesia yang jumlah penduduk perempuannya melebihi jumlah penduduk berjenis kelamin laki-laki, yaitu DI Yogyakarta dengan rasio 98 persen dan Sulawesi Selatan denga.
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]