Walikota Mahyeldi di Seminar IORAG

Teluk Bayur dan BIM Infrastruktur Strategis Perekonomian Kota Padang


Selasa, 22 Desember 2015 - 02:50:35 WIB
Teluk Bayur dan BIM Infrastruktur Strategis Perekonomian Kota Padang

“Teluk Bayur me­ru­pa­kan pelabuhan berkapasitas terbesar di Sumatera,” kata Walikota Padang H. Mah­yeldi Dt Marajo di depan seluruh undangan yang ha­dir dalam Seminar Nasional Indian Ocean Rim As­so­ciation Group (IORAG), di Auditorium Utama LI­PI, Jakarta, Senin (21/12).

Lebih jauh dika­takan­nya, Teluk Bayur me­rupa­kan muara dari setiap hasil Sumber Daya Alam (SDA) di daerah-daerah yang be­rada di Sumatera Barat dan Sumatera bagian tengah. Potensi SDA itu dian­ta­ranya seperti CPO, ikan tuna, batu bara, minyak, gas dan lainnya.

Baca Juga : Memasuki Musim Kemarau, Perumda AM Kota Padang Minta Warga Hemat Air

“Tahun 2015 ini CPO yang dikirim melalui Teluk Bayur 2,5 juta pertahun,” paparnya.

Ditambahkan Mahyeldi, infrastruktur Teluk Bayur saat ini cukup memadai. Perlua­san, pemodernan, fasilitas dan bongkar muat sudah lebih cepat dari se­belumnya.

Baca Juga : 61 Nakes di Puskesmas Andalas Siap Divaksinasi

“Potensi perikanan kita cukup besar, ini akan me­ngokohkan Padang (Teluk Bayur) lebih strategis. Ke­mudian program Presiden Jokowi berkaitan dengan tol laut, Teluk Bayur adalah kawasan pendukungnya,” sebutnya.

Di sisi lain, sebagai ger­bang di Samudera Hindia di barat pulau Sumatera, Pa­dang dengan pelabuhan Te­luk Bayurnya menjadi jalur ekspor luar negeri yang paling utama di Sumatera.

Baca Juga : Perumda AM Kota Padang Ajak Pelanggan Catat Meter Mandiri, Ini Caranya

Hasil yang diperoleh pada saat pertemuan IORA lalu di Padang, salah satu negara peserta IORA bah­kan telah menjalin kerja­sama di bidang pereko­nomian.

“Rombongan dari Ma­uritius telah datang ke Pa­dang. Mereka meninjau lang­sung pabrik PT Semen Padang dan pelabuhan Te­luk Bayur. Februari nanti akan dilakukan pengiriman semen perdana ke Ma­uri­tius,” kata walikota.

Baca Juga : Vaksinasi di Padang Sudah Bergulir, Nakes: Rasa Cemas Tertular Covid-19 Berkurang

Dikatakan walikota, un­tuk memperkuat IORA, Pa­dang telah menggagas di­bentuk Indian Ocean Lo­cal Government Forum (IOL­GF). Padang me­rupa­kan koor­dinator ketua IO­LGF dengan jumlah anggota sebanyak 70 kabupaten / kota.

Dengan adanya IOLGF, walikota berharap dapat memberi semangat baru bagi anggota untuk ber­kolaborasi guna mening­katkan kemandirian.

“Kota Padang sebagai koordinator ketua IOLGF akan terus berupaya bagai­mana keberadaan lembaga ini mampu mendorong per­tumbuhan dan percepatan perekonomian kabupaten / kota peserta IOLGF. Karena perekonomian daerah yang berada di pantai barat Su­matera dan pantai selatan Jawa jauh tertinggal diban­ding daerah lain,” ungkap walikota.

Selain itu walikota juga menyebut bahwa Padang pu­nya Bandar Udara Inter­nasi­onal Minangkabau (BI­M). Potensi BIM juga cukup be­sar, terutama dalam me­ngang­kut jamaah umrah ke Mak­kah.

Saat ini jumlah jamaah umrah mencapai 3.000 orang. Sementara itu, Padang saat ini telah men­jalin sister city dengan Perth (Australia) dan Dubai.

“Kita harapkan pener­bangan dari Perth menuju Dubai akan singgah di Pa­dang. Nanti akan membawa jamaah umrah, sedangkan wisatawan dari Australia dapat juga berwisata ke Mentawai untuk surfing,” sebut walikota.

Dalam seminar nasional tersebut terlihat hadir dian­taranya Dirjen Kementerian Luar Negeri RI, serta se­jumlah praktisi di LIPI. Pada seminar itu, guru besar Sejarah Universitas In­do­nesia, Prof Dr. Susanto Zuh­di juga ikut menjadi na­rasumber.(h/ows)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]