Warga Blokir Jalan ke Tambang PTSP


Selasa, 22 Desember 2015 - 02:59:31 WIB
Warga Blokir Jalan ke Tambang PTSP

"Aksi pemblokiran saat ini merupakan bentuk rasa kekecewaan atau protes kaum Suku Tanjung kepada PT Semen Padang, karena perusahaan tersebut mulai dari tahun 1963 hingga 2010 tidak memberikan kom­pensasi sebesar tiga emas atas tanah kaum yang di­gunakan sebagai jalan akses ke pertambangan. Se­men­tara, PT Semen Padang baru memberikan kom­pen­sasi pada tahun 2010 hingga 2015 dengan besaran hanya Rp. 2,6 juta/bulan," katanya.

Dalam hal ini, kaum Suku Tanjung pada 1 De­sember 2015 telah me­la­kukan pertemuan dengan pihak PT  Semen Padang gu­na membahas tun­tutan­nya tersebut. "Namun, tun­tutan tersebut hingga saat ini belum mendapatkan ke­jelasan yang pasti dari PT  Semen Padang sehingga pihaknya melayangkan su­rat resmi kepada pihak pe­rusahaan tersebut yang ber­nomor 01/ist/kaum.ST/XII/2015 pada tanggal 15 De­sember 2015 dengan perihal pemberitahuan penutupan tanah jalan milik kaum Suku Tanjung," tambahnya.

Baca Juga : Memasuki Musim Kemarau, Perumda AM Kota Padang Minta Warga Hemat Air

Sementara itu, Staf Biro Hukum PT Semen Padang Winterman mengatakan bahwa berdasarkan surat pernyataan bersama Ang­gota masyarakat Indarung dan Batu Gadang, tanah yang menjadi jalan akses pertambangan PT Semen Padang tersebut telah di­serah terimakan pada 26 Januari 1962.

"Pada 17 Juni 1999 PT Semen Padang telah me­nye­rahkan jalan dari Sim­pang Indarung menuju Ka­rang Putih serta dari Sim­pang Nga­lau (depan kan­tor Pe­muda Batu Gadang) me­nuju Simpang Sako Bu­kit Ngalau kepada Pe­me­rintah Daerah Tingkat II Kodya Padang, namun un­tuk pemeliharaan jalan tersebut ma­sih tetap men­jadi tanggung jawab pihak pe­ru­­sa­haan," te­rang­nya seraya menyebut surat per­nyataan bersama ter­sebut disetujui dan di­tan­da­ta­ngani oleh para Ninik Ma­mak/Peng­hulu-Peng­hu­lu Adat dalam Negeri Lu­buk Kilangan di an­taranya, Mak Doeroes Datuk Radjo Bandaro (Su­ku Tjaniago/Penghulu Batu Gadang), Mak Dini Datuk Gadang (Suku Sipandjang/Peng­hulu Indarung) dan lainnya.

Baca Juga : 61 Nakes di Puskesmas Andalas Siap Divaksinasi

"Surat pernyataan be­r­sama anggota masyarakat Indarung dan Batu Gadang tersebut diketahui oleh Mak­mur Radjo Nan Tongga (Ke­pala Kampung Batu Ga­dang), M. Sirin Radjo T­a­dung (Kepala Kampung In­darung) dan Okong Datuk Radjo Dale (Kepala Nagari Lubuk Kilangan), serta ST. Mahmud (Camat Lubuk Kilangan)," ungkapnya.

Ia menambahkan, da­lam hal ini, pihak PT Semen Padang tidak dapat mem­berikan tuntutan kom­pen­sasi sebesar tiga emas di­karenakan tanah tersebut me­­rupakan tanah hibah yang telah diserahkan oleh Ninik Mamaknya pada tahun 1962 dan PT Semen Padang me­nyerahkan tanah tersebut kepada Pemerintah Kota (Pemko) Padang.

Baca Juga : Perumda AM Kota Padang Ajak Pelanggan Catat Meter Mandiri, Ini Caranya

Permasalahan yang tim­bul saat ini, tambahnya, di­duga karena akan ber­ope­rasinya jalan akses baru ke pertambangan PT Semen Padang yang tanahnya telah dibebaskan. Sehingga, ma­syarakat tersebut merasa kecewa karena jalan lama atau yang saat ini sedang dipermasalahkan tidak da­pat dilalui kembali oleh kendaraan operasional PT Semen Padang.

“Aksi pemblokiran jalan akses pertambangan di ka­wasan Karang Putih ter­sebut tidak menyebabkan opera­sional PT Semen Pa­dang menjadi terganggu,” pungkas Winterman. (h/mg-adl)

Baca Juga : Vaksinasi di Padang Sudah Bergulir, Nakes: Rasa Cemas Tertular Covid-19 Berkurang

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]