Cara Sederhana Mengelola Keuangan Keluarga


Rabu, 23 Desember 2015 - 02:25:30 WIB
Cara Sederhana Mengelola Keuangan Keluarga

“Seringkali masalahnya bukan terletak pada peng­hasilan yang kurang, tapi kebiasaan yang salah dalam mengelola uang,” ungkap Ligwina Hananto, ahli pe­rencanan keuangan dalam sebuah acara Ayahbunda beberapa waktu lalu. Ter­nyata, dalam kenyataan, seorang ayah yang ber­peng­hasilan ratusan juta rupiah bisa mengalami shock ke­tika menemukan uangnya tinggal Rp. 500.000,00 se­belum akhir bulan.

Ligwina memberikan beberapa kunci untuk me­ngelola keuangan secara sederhana:

Baca Juga : Boleh Dicoba, Begini Cara Agar Video TikTok Masuk FYP dan Menjadi Trending

1. Pahami portfolio keu­angan keluarga Anda. Jan­gan sampai Anda tak tahu isi tabungan, jumlah tagihan listrik, telepon, servis mobil, belanja, biaya periksa dok­ter dan lainnya. Anda harus tahu berapa hutang kartu kredit, pinjaman bank atau cicilan rumah dan mobil.

2. Susun rencana keu­angan atau anggaran. Ren­cana keuangan yang realistis membantu Anda bersikap obyektif soal pengeluaran yang berlebihan. Tak perlu terlalu ideal, sehingga lupa kebutuhan diri sendiri. Tak ada salahnya memasukkan kebutuhan pergi ke salon, spa atau clubbing. Yang penting, anggarkan jumlah yang realistis dan Anda pun harus patuh dengan ang­garan tersebut.

Baca Juga : Camilan Hari Ini: Resep Muffin Keju yang Empuk dan Gurih

3. Pikirkan lebih sek­sama pengertian antara “butuh” dan “ingin”. Tak jarang kita membelanjakan uang untuk hal yang tak terlalu penting atau hanya didorong keinginan, bukan kebutuhan. Buatlah daftar berupa tabel yang terdiri dari kolom untuk item be­lanja, kebutuhan dan ke­inginan. Setelah mengisi kolom item belanja, isilah kolom “kebutuhan” dan “keinginan” dengan tanda cek (V). Dari sini per­tim­bangkan dengan lebih ma­tang, benda atau hal yang perlu Anda beli/penuhi atau tidak.

4. Hindari hutang. Go­daan untuk hidup konsumtif semakin besar. Tapi bukan berarti dengan mudah Anda membeli berbagai benda secara kredit. Tumbuhkan kebiasaan keuangan yang sehat dimulai dari yang sederhana, seperti tak me­miliki hutang konsumtif.

Baca Juga : Untuk Penderita Asam Lambung, Berikut 5 Tips Minum Kopi yang Aman

5. Meminimalkan be­lanja konsumtif. Bertemu teman lama untuk bertukar pikiran di kafe terkadang memang perlu, tapi tak berarti Anda harus me­lakukannya di setiap Jumat sore. Anda bisa gunakan pengeluaran ini untuk me­nabung atau memenuhi ke­butuhan lain.

6. Tetapkan tujuan atau cita-cita finansial. Susun target keuangan yang ingin Anda raih secara ber­kala, bersama pasangan. Tetapkan tujuan spesifik, realistis, terukur dan dalam kurun waktu tertentu. Tu­juan ini membantu Anda lebih fokus merancang ke­uangan. Misalnya, bercita-cita punya dana pendidikan prasekolah berstandar inter­nasional dan sebagainya.

Baca Juga : Wah! BTS Dapat Brand ValueTertinggi, Blackpink Lewat

7. Menabung, mena­bung, menabung. Ubah ke­biasaan dan pola pikir. Se­gera setelah menerima gaji, sisihkan untuk tabungan dalam jumlah yang telah Anda rencanakan sesuai tujuan atau cita-cita fi­nan­sial keluarga Anda. Seba­iknya, Anda memiliki re­kening terpisah untuk ta­bungan dan kebutuhan se­hari-hari.

8. Berinvestasilah! Ten­tu Anda tak akan puas dengan hanya menunggu tabungan membumbung. Padahal cita-cita Anda un­tuk keluarga “selangit”. Inilah saat yang tepat untuk juga memikirkan investasi. Kini bentuknya macam-macam. Takut akan risiko investasi?! Tak perlu kha­watir, Anda hanya perlu belajar pada ahlinya. Kon­sultasikan keuangan Anda dengan ahli keuangan yang handal!   (h/ayb)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]