Pariaman Peringati Tiga Hari Besar Sekaligus


Rabu, 23 Desember 2015 - 02:36:04 WIB
Pariaman Peringati Tiga Hari Besar Sekaligus

Upacara memperingati Hari Ibu tahun 2015, me­ngu­sung tema Kesetaraan Pe­rem­puan dan Laki-laki dalam Mewujudkan Ling­kungan Kondusif untuk Per­lin­dung­an Perempuan dan Anak.

Disampai Walikota, pe­ri­nga­tan Hari Ibu, mem­bawa pengaruh positif bagi perempuan dan masyarakat yang terdorong untuk  me­ng­hargai hak-haknya se­bagai perempuan.

Baca Juga : Tahun Ini, 25 Nagari di Agam akan Menggelar Pemilihan Wali Nagari

Perempuan dalam ber­bagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara juga mampu menjadi motor pengerak dan motor peru­bahan (agent of change). Hal ini, terbukti bahwa pe­rem­puan apabila diberi peluang dan kesempatan mampu meningkatkan ku­ali­tas hid­up­nya secara mandiri.

“Hari ini, merupakan tonggak bersejarah bagi kaum perempuan di Indo­nesia. Kalau kita kilas balik sejarah 86 tahun yang silam, tepatnya tanggal 22 sampai 25 Desember 1928 di­mulai­nya perjuangan pergerakan kaum perempuan Indonesia di Yogyakarta. Peristiwa itu merupakan tonggak sejarah bagi perjuangan kaum pe­rem­puan Indonesia dalam upaya merebut ke­mer­deka­an dari tangan penjajah,” jelas Mukhlis.

Baca Juga : Selasa Depan, 1.292 Tenaga Kesehatan di Agam Jalani Vaksinasi Covid-19

Tentang pelaksanan HAM, kata Walikota,  tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum tetapi juga bagaimana pemerintah dapat menjalin hak-hak ekonomi, hak-hak sosial, dan hak-hak budaya.

“Harus diakui, keadaan HAM di tanah air masih cukup banyak masalah yang harus diselesaikan bersama, penyelesaian kasus kasus pelanggaran HAM massa lalu, penyelesaian konflik agraria, penghormatan ter­ha­­da­p ma­syarakat adat,” ujarnya.

Baca Juga : Disdik Solsel Bahas Kelanjutan Sekolah Tatap Muka

Pemenuhan HAM buk­an semata-mata tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga pemerintah daerah.

“Pada momentum pe­ringa­tan Hari Bela Negara tahun ini, mari kita belajar dari sejarah perjuangan ba­ng­sa”, ucapnya lagi.

Baca Juga : Berikut Rincian Sumber Bantuan Bencana Banjir Bandang Solsel 2019

Sejarah mencatat bahwa Republik Indonesia bisa berdiri tegak sebagai negara bangsa yang berdaulat tidak lepas dari semangat bela negara dari seluruh ke­kuat­an rakyat, mulai dari prajurit TNI, Petani, pedagang kecil, nelayan, ulama, santri dan elemen rakyat yang lain.

Indonesia hari ini ada­lah hasil semangat bela negara dari para pejuang kesuma bangsa, demikian pula, Indonesia di masa depan, kita akan tetap ber­tahan sebagai bangsa yang besar dan berdaulat karena semangat bela negara dari seluruh anak bangsanya.

Diakhir upacara di­um­um­kan kegiatan lomba da­lam rangka peringatan hari ibu, diantaranya lomba As­maul Husna, Evaluasi P2­WK­SS ( Peningkatan Pe­ra­nan Wanita menuju Ke­luar­ga sehat se­jah­tera) dan lom­ba KSI (Ke­ca­matan Sayang Ibu) /GSI (Ge­ra­kan Sayang Ibu).

Hadir diacara ini, Kas­dim 0308 Pariaman Mayor Inf. P. Simbolon dan istri, Sekdako Armen, per­wa­kilan dari Polres, Rutan dan kejaksaan, Ketua TP PKK Ny. Dafreni Mukhlis, Ketua GOW Ny. Lucy Genius, Ketua Dharmawanita Ny. Afni Armen, Kepala SKPD, Kabag, Camat, Kepala Se­kolah se Kota Pariaman, dan peserta upacara yang terdiri dari Tentara, Polisi, Petugas Lapas, Satuan Pol PP, perhubungan dan para ASN yang ada di Kota Pa­riaman. (h/tri)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]