Selamat Hari Ibu


Rabu, 23 Desember 2015 - 03:14:07 WIB
Selamat Hari Ibu

Di Indonesia momen peringatan hari ibu diambil dari tanggal pelaksanaan Kongres Perempuan Indonesia yang pertama di Yogyakarta.

Kongres tersebut berlangsung 22-25 Desember 1928 di Gedung Mandala Wanitatama, Solo. Pada dasarnya kongres itu bertujuan untuk menyatukan pikiran dan semangat berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Para kaum feminis menggarap berbagai isu  tentang persatuan perempuan nusantara, pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan, pelibatan perem­puan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa, perdagangan anak-anak dan perempuan.

Baca Juga : Kenaikan Tarif PPN: Kontradiksi Opsi di Tengah Pandemi

Tak hanya itu masalah perbaikan gizi dan kese­hatan bagi ibu dan balita, pernikahan dini bagi perempuan dan berbagai hal lainnya yang dibahas dalam kongres tersebut. Bedanya dengan zaman sekarang, para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis untuk perkembangan perempuan, tanpa mengusung keseta­raan gender. Kongres ini berhasil membentuk federasi organisasi wanita yang mandiri dengan nama “Perikatan Perkoempoelan Perempoean Indonesia” yang disingkat PPPI.

Adapun tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu di Indonesia pada saat kongres wanita ke-3 yang diadakan di Bandung 22 Desember 1938. Penetapan tanggal tersebut bertujuan untuk menjaga semangat kebangkitan wanita Indonesia secara ter­organisasi. Dan pada 1946 PPPI berubah menjadi Kongres Wanita Indonesia (Kowani), dan nama itu tetap dipakai hingga sekarang. Pada tahun 1959 pemerintah memperkuat penetapan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu melalui Dekrit Presiden No.316 Tahun 1959 pada 16 Desember 1959 yang menetapkan Hari Ibu sebagai Hari Nasional yang dikeluarkan Presiden Soekarno.

Baca Juga : Profesi Pelayanan Publik, Harus Jadi 'Role Model' Pelaksanaan Protokol Kesehatan

Pada belahan dunia lainnya, peringatan Hari Ibu bukan tanggal 22 Desember. Di Amerika dan 75 negara lainnya, seperti Kanada, Australia, Jerman, Italia, Belanda, Malaysia, Singpura, Jepang dan lainnya memperingati hari Ibu setiap pekan kedua di Bulan Mei. Sedangkan pada sejumlah negara Eropa dan Timur Tengah peringatan Hari Ibu diperingati setiap tanggal 8 Maret.

Hari Ibu Indonesia diperingati untuk mengung­kapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para Ibu. Berbagai kegiatan dan hadiahdiberikan untuk para perempuan atau para Ibu seperti memberikan kado istimewa, bunga, aneka lomba dan lain sebagainya. Tema peringatan Hari Ibu tahun 2015 ‘Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki dalam mewujudkan pemba­ngunan yang berkelanjutan dan berkeadilan menuju Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian.

Sesungguhnya bagi kaum perempuan Indonesia terbuka lebar kesempatan untuk maju. Berbagai kemudahan dan peluang terbuka luas untuk perempuan. Semua itu juga dilindungi oleh Undang-Undang dan regulasi lainnya yang dikeluarkan oleh pemerintah. Artinya tidak ada alasan hambatan untuk berbagai kegiatan. Perempuan bisa berkarir di eksekutif, birokrasi, politikus, polisi, militer dan lainnya. Perempuan juga bisa berkarir di perusahaan swasta, BUMD, BUMN dan lain sebagainya. Artinya perem­puan tidak saja hanya tinggal di rumah mengasuh anak dan melayani suami atau keluarga. Perempuan juga bisa memiliki pendidikan setinggi-tingginya hingga bergelar professor sekalipun. Namun tentu saja, perempuan juga tidak boleh melupakan kodrat dan keterbatasan-keterbatasannya. Sebagai bukti bahwa perempuan memiliki kesetaraan dengan laki-laki, karena perem­puan juga bisa menjadi Gubernur, Walikota, Bupati, menteri, dirjen, kepala dinas dan lainnya. **

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]