Gegana Geledah Rumah Iwan


Rabu, 23 Desember 2015 - 03:19:22 WIB
Gegana Geledah Rumah Iwan

Iwan sendiri ditangkap Tim Densus 88 pada Jumat (18/12) lalu sekitar pukul 13.00 di perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah (Banjar-Majenang) beserta satu orang rekan­nya bernama Zaenal (35)  salah satu ter­sangka teroris asal Sulawesi.

Dari infromasi yang diperoleh di lapa­ngan, dalam penggelahan itu, Tim Gegana Polda Sumbar didampingi anggota Kepo­lisian Resor Sijunjung dan Polres Sawahunto. Petugas melakukan penyisiran di rumah tersebut mulai pukul 17.30 WIB dan berakhir pada pukul 19.00 WIB, dengan menggunakan metal detector dan peralatan pendeteksi lainnya.

Selain itu, petugas gegana memasang garis polisi di pintu rumah tersebut dan memasuki beberapa ruangan yang berada di dalam rumah yang diduga dijadikan tempat penyim­panan bahan-bahan pembuat bom yang akan dirakit oleh terduga teroris  Iwan Koki.

Tim Gegana Polda Sumbar menyita per­hatian masyarakat Jorong Kapalo Koto, khususnya warga Kenagarian Padang Sibu­suk kecamatan kupitan. Banyak warga tak me­nyangka bahwa orang yang selama ini mereka kenal jarang keluar rumah dan tidak bergaul dengan warga sekitar tersebut ternyata adalah terduga teroris.

Pejabat kepolisian yang berada di lokasi kejadian saat dimintai keterangan, enggan memberikan keterangan terkait peng­gele­dahan serta penyisiran itu.

Diberitaan sebelumnya, Riswandi alias Iwan Koki tercatat sebagai warga Jorong Tapian Diaro Kenagarian Sijunjung, Keca­matan Sijunjung. Selama ini, Riswandi alias Iwan Koki dan keluarganya kerap berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Gaya hidup yang terus bergerak tersebut diduga hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Dari informasi yang diperoleh Haluan, berdasarkan data dari Kepala Jorong Tapian Diaro Kenagarian Sijunjung Kecamatan Sijunjung pada tahun 2010, Terduga teroris Iwan Koki yang lahir di Bukittinggi 9 November 1976 tersebut, mempunyai se­orang istri serta dua orang anak. Namun Iwan beserta keluar­ganya kerap berpindah tempat tinggal dan cenderung tertutup pada ling­kungan diseki­tarnya. Bahkan beberapa warga serta pemilik rumah kontrakan yang pernah mengenal Iwan tidak menyangka bahwa Iwan termasuk dalam jaringan teroris dan ditang­kap tim Densus 88 beberapa waktu lalu.

Iwan pernah menyewa rumah di Jorong Tapian Diaro Kenagarian Sijunjung dan membuka sebuah counter pulsa dan jasa servis HP dari tahun 2010s/d 2012, ke­mudian ber­pindah ke perumahan GSI Jorong Ladang kapeh Nagari Padang Sibusuk dari tahun 2013 s/d 2014, kemudian pindah lagi dan menyewa sebuah rumah di Jorong kapalo Koto Ke­nagarian Padang Sibusuk Kecamatan Kupi­tan bulan Desember 2014 dan meninggalkan rumah sewaannya ter­sebut pada 5 Desember 2015 secara diam-diam dan tidak diketahui kemana arah tujuannya bersama keluarganya. (h/ogi)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]