MK-Fauzi ke MK


Rabu, 23 Desember 2015 - 03:22:44 WIB
MK-Fauzi ke MK

Muslim Kasim saat ditemui sejumlah media mengatakan, pihaknya tidak bisa mem­biar­kan proses demokrasi dicederai oleh ketidakjujuran. Ia juga mengatakan tidak akan membiarkan Sumbar dipimpin orang yang tidak jujur, dan tidak memenuhi syarat untuk menjadi kepala daerah.

 “Kita akan terus berjuang, selagi ada kesempatan untuk mencari dan mendapatkan keadilan. Karena ini adalah untuk kebaikan Sumbar ke depannya, preseden buruk seandainya Sumbar dipimpin oleh orang yang di awal saja sudah tidak jujur atau menipu,” katanya, Selasa (22/12).

MK akan menghadirkan sejumlah saksi di anta­ranya salah seorang masyarakat Roni Putra, mantan Panwaslu Pesisir Selatan Bustanul Arifin, Novrizal, Yusril sebagai saksi ahli, dan beberapa orang lainnya. Gugatan tersebut juga telah tercatat di MK dengan nomor regitrasi 129/ PAN.MK/2015. Dari laman web mah­kamahkonstitusi.go.id.

Tidak hanya itu, MK juga telah memasukkan pengaduan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Dalam pengaduan ter­sebut ia meminta agar PTUN membatalkan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait penetapan paslon nomor urut 1 Irwan Prayitno (IP)-Nasrul Abit (NA), karena menurutnya paslon ini tidak memenuhi syarat. Di­ketahui, sebelumnya MK juga sudah memasukkan laporannya ke Bareskrim terkait dugaan penggunaan ijazah palsu oleh NA.

Terpisah, Tim Huasa Hukum MK-Fauzi, Ibrani mengatakan untuk materi gugatan yang dima­sukkan di antaranya, berkaitan dengan penghitungan suara yang dari awal pleno penetapan pero­lehan suara pilgub memang di­tolak oleh pihaknya. Selain itu, juga menyangkut hal yang bersifat substantif terkait pelanggaran dan kecurangan yang mempengaruhi terhadap perolehan suara.

Ia juga mengatakan, akan menyiapkan lebih kurang 25 alat bukti. Menurutnya bukti tersebut akan terus bertambah. Pihaknya siap membuka pada persidangan nantinya.

Dikatakannya, soal selisih suara yang yang hanya maksimum 2 persen untuk gugatan MK tidak diambil pusing, karena yang jelas menurutnya kekalahan perolehan sua­ra tersebut akibat dari ba­nyak­nya pelanggaran yang dila­kukan.

Terkait kelengkapan adminis­trasi paslon NA dinilainya telah menyalahi aturan, karena berda­sarkan dokumen kasat mata NA diduga hanya mempunyai ijazah SD, sedangkan ijazah ST dan STM bukan miliknya melainkan milik Nasrul anak Ali Umar hal ini tentunya tidak memenuhi syarat.

Terkait incumbent, harusnya calon yang bersaing tidak boleh menggunakan jabatan. Pada pil­gub kemarin menurutnya hal tersebut terjadi, sehingga mem­buat perolehan suara MK-Fauzi terjun bebas. Berdasarkan bukti dan dokumen yang telah disiap­kan oleh pihaknya, ia menilai KPU tidak menjalankan Per­undang-undangan pemilukada.

Sementara itu, Ketua KPU Sumbar Amnasmen mengatakan gugatan yang dilayangkan MK-Fauzi tentunya akan berdampak pada penetapan Cawagub Sum­bar terpilih, karena berdasarkan aturan yang ada. Jika gugatan sudah teregistrasi, maka pene­tapan calon terpilih yang awalnya diencanakan pada hari ini, Rabu (23/12) tentunya ditunda.

“Jadi, KPU tinggal menunggu surat putusan dari MK terkait hasil gugatan yang dilayangkan itu. Artinya, berdasarkan aturan kalau gugatan diproses dan sam­pai sidang, dan MK punya waktu hingga Maret. Namun setelah dilakukan verifikasi ternyata gugatan tersebut tidak memenuhi syarat, dan paling lambat Januari sudah dilakukan penetapan,” jelasnya.

Ketua Tim Pemenangan MK-Fauzi, Syamsu Rahim mengata­kan, ia berharap gugatan yang dilayangkan MK-Fauzi mendapat putusan yang seadil-adilnya. Dia juga mengatakan siap mendam­pingi pasangan calon yang didu­kung­nya dalam mencari ke­adilan.

“Kita berharap ada keputusan yang adil yang akan dilahirkan oleh MK, PTUN, dan Bares­krim,” ujarnya. Sementara itu, Nasrul Abit (NA) yang dilapor­kan menggu­nakan ijazah palsu sudah berulang kali membantahnya.

Diketahui, hasil penghitu­ngan suara yang digugat itu meng­gambarkan perolehan suara pas­lon MK-Fauzi 830.131 dan paslon nomor urut 2 IP-NA 1.175.858. Atau 41,38 persen dan 58,62 persen. Suara sah 2.005. 989, suara tidak sah 73.074. Jadi partisipasi 2.079.063 atau 58,63 persen dari jumlah DPT 3.489. 743. Jumlah TPS 11.121, PPS1. 130, PPK 179. (h/mg-rin)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]