Forkan Minta Penegak Hukum Bergegas Selesaikan Pengaduan Pilkada


Sabtu, 26 Desember 2015 - 03:14:09 WIB
Forkan Minta Penegak Hukum Bergegas Selesaikan Pengaduan Pilkada

“Tentunya kami ber­harap aparat hukum dengan se­gera memproses penga­duan yang masuk, agar ma­sya­rakat tidak bingung dan bisa segera mendapatkan kepastian tentang calon pemimpin Sumbar untuk periode 2015-2019,” ung­kapnya, Rabu (23/12).

Menurutnya, masya­ra­kat sa­at ini bingung dengan ke­pas­tian informasi dan se­jum­lah perkara yang ter­jadi saat ini. Untuk itu baik penga­duan yang dimasuk­kan ke Ma­bes Polri, Polda Sumbar, Pe­ngadilan Tinggi Ta­ta Usa­ha Negara (PT­TUN) Me­dan, dan Mah­kamah Kons­titusi (MK) harus segera di­proses.

Menurut Roni, meski­pun untuk sementara sudah ter­gambar calon kepala da­e­rah (calon gubernur) de­ngan suara terbanyak. Na­mun, proses penetapan ca­lon ter­pilih dengan suara ter­banyak oleh Komisi Pe­mi­lihan Umum (KPU) ma­sih tergan­jal karena banyak­nya gugatan yang masuk ke lem­baga hukum. “Inilah yang meru­sak demokrasi di Sum­bar, dan kami berharap pene­gak hu­kum segera me­nun­tas­­kan proses tersebut,” ujar­nya.

Diketahui, terdapat se­jum­lah perkara yang dila­por­kan ke lembaga hukum diantaranya, dugaan ijazah palsu di Polda Sumbar, dan Mabes Polri, dugaan pene­tapan calon yang tidak sah ke PT TUN Medan, dan gugatan tentang selisih hasil Pilkada, serta pelanggaran-pelanggaran Pilkada yang terjadi menyeluruh di da­erah-daerah di Sumbar.

Untuk mempercepat pro­­­­ses hukum itu, ia me­nga­ku siap untuk menjadi saksi ka­rena ia memang me­mi­liki banyak bukti ten­tang pelanggaran tersebut. “Saya juga punya bukti baru, dan nanti akan saya buka pada persidangan di MK. Kalau saya sebutkan sekarang, tidak etis dikon­sum­si publik karena ini un­tuk kebutuhan penyidikan,” ujarnya.

Dari awal ia sudah mem­prediksi, bahwa siapapun yang memasukkan gugatan atau laporan, pasti ia tetap diminta jadi saksi. “Se­andai­nya paslon IP-NA yang ka­lah, pasti saya juga diminta ja­di saksi, kare­na saya me­mi­liki banyak bukti-bukti tentang pelang­garan Pilka­da,” ujarnya.

Meskipun demikian, ia te­­tap meminta pada seluruh ma­­syarakat agar sabar me­nan­­­ti. Seluruh pendukung dan paslon juga menahan di­ri agar tidak terjadi keri­bu­tan. “Proses hukum itu pasti akan selesai, jadi pen­dukung pas­lon tidak usah meman­cing keributan, dan selalu men­jaga situasi yang kon­du­sif, dan jangan sampai hu­bu­ngan persaudaraan jadi ter­g­erus atau jangan sampai pu­la hi­lang rasa badunsanak ki­ta an­tar sesama,” pungkas­nya. (h/mg-rin)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]