Merasa Gagal Atasi Kemacetan

Dirjen Perhubungan Darat Mundur


Senin, 28 Desember 2015 - 03:12:03 WIB
Dirjen Perhubungan Darat Mundur DIREKTUR Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Djoko Sasono (tengah) dan Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Condro Kirono di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Sabtu (26/12/2015).

Ia mengaku tak mendapatkan tekanan dari pihak manapun terkait pengunduran dirinya. 

“Tanggung jawab saya se­bagai Dirjen perhubungan darat yang gagal,” tutur Djoko di Kantor Kemenhub, Jakarta Pu­sat, Sabtu (26/12/2015) malam. “Tidak ada. Tidak ada tekanan,” sambungnya. 

Baca Juga : Dari Empat Lokasi Berbeda, Densus 88 Tangkap 5 Terduga Teroris di Aceh

Ia mengatakan, kemacetan parah yang terjadi belakangan merupakan tanggung jawabnya sebagai Dirjen Perhubungan Darat. 

Djoko menambahkan, secara pribadi tentu dirinya juga tak menginginkan hal itu terjadi. 

Baca Juga : TNI AL Sebut Kemungkinan CVR Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Tertancap di Lumpur

Namun, Djoko tak men­je­laskan lebih lanjut apakah pe­ngunduran dirinya juga ber­kaitan dengan permasalahan lainnya. 

Saat ditanya perihal kapan hari terakhir dirinya bekerja, dengan singkat ia hanya men­jawab, seharusnya hari ini adalah hari terakhirnya bertugas sebagai Dirjen Perhubungan Darat. 

Baca Juga : Ternyata Ini Rahasia Suku Badui Nol Kasus Covid-19

“Saya harap mulai hari ini tadi,” jelas Djoko. 

Djoko bersama Korlantas Irjen Pol Condro Ki­ro­no me­ngadakan konferensi pers di Kantor Kemenhub terkait lang­kah-langkah yang telah di­la­kukan untuk menangani dan mengantisipasi peningkatan arus lalu lintas pada masa liburan Natal 2015 dan Tahun Baru 2016.

Baca Juga : Duh, Kepala BNPB Doni Monardo Umumkan Dirinya Positif COVID-19

Harus Ditiru

Langkah Djoko Sasono yang mengundurkan diri dari ja­batannya sebagai Direktur Je­n­deral Perhubungan Darat Ke­menterian Perhubungan, men­dapat pujian. 

Keberanian Djoko mengakui kesalahan dan mengundurkan diri dinilai perlu dicontoh pe­jabat lain yang gagal menjalankan tugasnya. 

“Sebagai rasa tanggung ja­wabnya yang gagal dilaksanakan, sikap ini patut dicontoh oleh semua pihak,” kata anggota Komisi V DPR RI, Nizar Zahro, di Jakarta, Minggu (27/12/2015). 

Nizar mengungkapkan, ke­putusan Djoko mengundurkan diri cukup mengejutkan. Pa­salnya, masih sulit menemukan pejabat di Indonesia yang ber­sedia mengakui kegagalan dan bertanggung jawab dengan cara mengundurkan diri. 

Ia berharap makin banyak pejabat yang berani mengakui kesalahan. Anggota Fraksi Partai Gerindra itu yakin pejabat yang mengakui kegagalannya akan mendapat simpatik publik. 

“Para pejabat perlu men­contoh, lebih baik proaktif mun­dur ketika gagal melaksanakan tanggung jawabnya,” ungkap Nizar. (h/kcm)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]