Masyarakat Subarang Batuang Tolak Penggabungan Kelurahan


Senin, 28 Desember 2015 - 03:16:52 WIB
Masyarakat Subarang Batuang Tolak Penggabungan Kelurahan Salah satu spanduk bertuliskan penolakan atas penggabungan dua daerah di Subarang Batuang. (ZUL)

Buktinya, masyarakat Kelurahan Subarang Ba­tuang, Kecamatan Paya­kum­buh Barat. menolak untuk bergabung dengan kelurahan lain.

Mereka menginginkan berdiri sendiri tak mau diga­bung dengan kelurahan Pa­dang Datar dan Tanah Mati.

Penolakan itu ditandai dengan dibentangkannya dua spanduk yang ber­tulis­kan penolakan penggabu­ngan kelurahan dipagar kantor lurah setempat dan di dekat masjid Aushat Su­barang Ba­tuang. Kedua spa­nduk itu bertuliskan, “Kami masya­rakat Subarang Ba­tuang, me­no­lak penggabu­ngan kel­ura­han dengan ke­lu­rahan lain”.

Pemuka masyarakat se­tempat, Firmansyah yang dihubungi beberapa hari yang lalu di Payakumbuh, memang membenarkan, ke­lurahan Subarang Batuang mau berdiri sendiri. Hal itu juga sudah disampaikan Ketua LPM Subarang Ba­tuang, melalui surat yang ditandatangani Ketua LPM, Mesrawati S,Pd kepada DP­RD Payakumbuh, yang me­minta dengar pendapat de­ngan Ketua DPRD Paya­kum­buh. YB. Dt.Parmato Alam.

Pro kontra itu terjadi terhadap persoalan rapat di masjid Aushat setempat yang membahas pengga­bungan kelurahan, dipimpin camat Payakumbuh Barat Nurdal, yang dilaporkan Ketua LPM yang diduga membalikkan fakta. “Jika masyarakat tak mau berga­bung dengan kelurahan lain, maka pemerintah tak akan memberikan bantuan be­rupa apapun. Karena kelu­rahan Subarang Batuang tidak terdaftar di tingkat pusat, “tulisnya.

“Pada intinya kami me­nolak untuk bergabung de­ngan kelurahan tetangga Pa­dang Datar dan Tanah Mati. Kami ingin kelurahan Su­barang Batuang berdiri sen­diri. Lagipula camat terlalu intervensi me­ne­tapkan se­pihak untuk ber­gabung de­ngan kelurahan lain, tanpa mendengarkan pendapat ma­syarakat secara keseluruhan,” ujar Fir­man­syah lagi.

Dikatakannya, secara rinci dan panjang lebar su­dah diungkapkan dalam surat Ketua LPM yang ditu­jukan kepada Ketua DPRD, supaya jangan sampai ter­jadi kegaduhan di tengah tengah masyarakat, dimo­honkkan agar aspirasi ma­syarakat mendapat perha­tian DPRD, setidaknya di­lak­sanakan de­ngar pen­da­pat antara ma­syarakat Suba­rang Batuang dengan DP­RD.

Sementara camat Paya­kumbuh barat, Nurdal yang dihubungi dikantornya be­lum lama ini menolak untuk dikatakan intervensi. Bebe­rapa kali rapat dengan tokoh masyarakat yang di pimpin camat dalam acara penggabungan kelurahan sudah sesuai dengan aturan, setiap kali rapat ada tanda tangan yang hadir. (h/zkf)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: redaksi[email protected]