Integritas Kritik Perlakuan Terdakwa Korupsi di Pengadilan


Senin, 28 Desember 2015 - 03:27:07 WIB
Integritas Kritik Perlakuan Terdakwa Korupsi di Pengadilan

“Kami memandang ada disparitas peradilan terkait perlakuan kepada terdakwa korupsi di pengadilan, de­ngan terdakwa pidana umum,” kata Koordinator Lembaga Integritas Arief Paderi, di Padang, Minggu (27/12).

Ia menyampaikan hal itu mengacu kepada eva­luasi terhadap lima tahun umum Pengadilan Tipikor Padang, yang dilakukan pihaknya.

Baca Juga : GOR H Agus Salim Padang Ditutup, Pedagang: Sabtu dan Minggu Harinya Kami

Pertama, beberapa ter­dakwa korupsi yang me­nung­gu jadwal persidangan di pengadilan terkesan lebih leluasa dibandingkan ter­dak­wa pidana umum.

Terdakwa pidana umum, dalam menunggu jadwal persidangan berada dalam ruang tahanan di pengadilan. Sementara beberapa ter­dakwa korupsi tidak berada di ruang tahanan, dan dapat bebas di area pengadilan itu, kata dia.

Baca Juga : Layanan Kesehatan Warga Binaan, Rutan Padang Teken MoU dengan Puskesmas Anak Air

“Sejumlah terdakwa ko­rup­si terkesan leluasa me­nunggu jadwal sidangnya. Bahkan bisa duduk-duduk, makan dan minum di kan­tin, terlebih bagi yang tidak dilakukan penahanan sejak proses penyidikan,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, para terdakwa korupsi juga tidak mengenakan rompi tahanan seperti para pelaku tindak pidana umum.

Baca Juga : Memasuki Musim Kemarau, Perumda AM Kota Padang Minta Warga Hemat Air

“Jangankan memakai baju berwarna putih, terka­dang mereka memakai pa­kaian yang dikehendaki. Sementara para terdakwa pidana umum memakai rom­­pi tahanan, dan melihat itu dari dalam ruang taha­nan,” katanya.

Ia mengapresiasi salah seorang hakim yaitu Asmar, yang pernah menegur ter­dakwa korupsi dalam me­nyi­­dang perkara dugaan korupsi pengadaan buku pengayaan, buku referensi, dan buku panduan pendidik pada Dinas Pendidikan Kota Padang Panjang 2011.

Baca Juga : 61 Nakes di Puskesmas Andalas Siap Divaksinasi

Asmar, menegur terdak­wa yang berjumlah lima orang karena mengenakan kemeja dengan warna sem­ba­rangan, bukan kemeja berwarna putih.

“Jangan memakai baju seenak hati saja. Tolong gunakan kemeja putih, jika memang tidak pakai rompi tahanan,” katanya saat itu.

Hakim Asmar juga me­me­rintahkan terdakwa un­tuk menunggu di ruangan tahanan pengadilan yang telah disediakan, sebelum sidang perkara dimulai.

“Di pengadilan ada ruang tahanannya, silakan tunggu di situ. Jangan ke sana-ke mari secara lelua­sa,” tegur Asmar.

Arief menilai, yang telah dilakukan oleh hakim As­mar juga harus menjadi per­hatian oleh majelis hakim lai­nnya, terutama pihak pengadilan.

“Ketika perkara telah dilimpahkan, pengadilan mempunyai wewenang un­tuk memerintahkan terdak­wa. Sekalipun jaksa tidak melakukan penahanan pada tingkat proses sebelum pe­lim­pahan ke pengadilan,” katanya. (h/ans)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]