Target Proyek By Pass Diragukan

Parkir Truk dan Pembebasan Lahan Masih Jadi Kendala


Senin, 28 Desember 2015 - 03:39:34 WIB
Parkir Truk dan Pembebasan Lahan Masih Jadi Kendala Pengerjaan jalur dua jalan By Pass diklaim sudah mencapai 60 persen. Pejabat terkait masih optimis mega proyek di Padang ini bisa rampung sesuai jadwal. (DOKUMEN)

Namun, permasalahan lahan dan parkir truk di sekitar lokasi proyek dinilai menjadi penghambat pengerjaan mega proyek ini selesai tepat waktu.

Pejabat Pembuat Ko­mitmen (PPK) Pem­ba­ngu­nan By Pass Dua Jalur PJN II, Wilayah Sumbar, Opuke Nigara dihubungi Haluan Minggu (27/12) me­nga­takan, pengerjaan jalur II By Pass hingga akhir tahun ini sudah mencapai 60 persen. Ditargetkan mega proyek yang didanai oleh investor asal Korea Selatan ini ram­pung pada Agustus 2016 mendatang.

Namun, kata Opuke pro­­yek ini bisa saja molor dari target apabila per­ma­salahan lahan belum juga diselesaikan oleh Pe­me­rintah Kota Padang.

“Kendala, pembebasan tanah di lokasi Kecamatan Kuranji yang dirubuhkan Pemko Padang masih be­lum bisa dikerjakan. Jadi, kita berharap permasalahan ini bisa segera disele­sai­kan,” terangnya.

Hingga saat ini ujar Opu­ke masih ada sekitar 54 persil tanah lagi yang men­jadi penghambat mega pro­yek ini.

“Kalau pembebasan ta­nah bisa selesai, kalau tidak perlu perpanjangan waktu. Karena kontraktor pasti klaim karena tidak bisa kerja,” paparnya.

Kondisi ini diperparah dengan truk yang masih saja parkir di sekitar lokasi proyek. Hal ini kata Opuke, sangat menganggu pe­nger­jaan yang imbasnya pa­da target pengerjaan proyek ini.

“Kita sudah seringkali mengeluhkan hal ini kepada Dishubkominfo Padang. Tapi sebentar ditertibkan, setelah itu datang lagi,” paparnya.

Sebelumnya, Walikota Padang, Mahyeldi Ans­ha­rullah berjanji akan  akan melakukan pembebasan la­han secara bertahap untuk proyek-proyek strategis Pro­vinsi yang ada di Kota Pa­dang. Seperti halnya, pro­yek jalur Samudera, Jem­batan Kuranji, Normalisasi Batang Maransi, Alay By Pass dan proyek By Pass dua jalur.

“Saat ini tim sudah ber­jalan, Alhamdulilah secara bertahap sudah mulai ada titik terang untuk pem­be­basan lahan ini,” ungkapnya kepada Haluan kemarin di Padang.

Dikatakan Mahyeldi, un­tuk pembebasan lahan ini sebe­nar­nya tugas Badan Per­ta­nahan Nasional (BPN). Hanya saja saat ini BPN dinilai belum bekerja op­timal untuk melakuan pembebesan lahan tersebut. 

“Beberapa waktu lalu kita juga sudah turun untuk melihat kondisi ini. Seperti By Pass yang sudah 25 ta­hun, dimana dokumen – dokumennya entah kemana lah, orangnya sudah me­ninggal, yang dulu kecil sekarang sudah dewasa ini fakta lapangannya. In­s­yal­lah, untuk pembebasan la­han By Pass saya akan mak­simal,” ujarnya. (h/mg-isr)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]