AP II Bidik Penerbangan Langsung Jambi-Padang


Senin, 28 Desember 2015 - 03:44:27 WIB
AP II Bidik Penerbangan Langsung Jambi-Padang

Misalnya rute pesawat dari Jambi ke Medan dan Jambi ke Padang yang biasanya transit dulu ke Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, ke depan tak perlu transit lagi sehingga menjadi penerbangan langsung.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (AP II), Budi Karya Sumadi, ýmenuturkan, dengan adanya penerbangan langsung ini, dia yakin pere­konomian di Jambi dan seki­tarnya bisa tumbuh lebih cepat karena konektivitas yang semakin baik.

Baca Juga : Vaksinasi Kedua Presiden Jokowi, Tangan Dokter Abdul Muthalib Kembali Gemetar

“Sekarang orang Jambi mau ke Padang harus ke Jakarta dulu, orang Jambi mau ke Medan juga harus ke Jakarta, jadi harus ada konektivitas yang memberi ke­mu­dahan dan mendorong per­tum­buhan di daerah,” kata Budi saat ditemui di Bandara Sultan Thaha, Jambi, Minggu (27/12/2015).

Selain itu, penerbangan jema­ah haji asal Jambi juga akan diubah. Hub untuk kebe­rangka­tan jemaah haji digeser dari Jakarta ke Medan.

Baca Juga : Pagi Ini, Jokowi Disuntik Vaksin Dosis Kedua

Rute baru yang dipriori­tas­kan dibuat dalam waktu dekat adalah penerbangan langsung dari Jambi ke Padang dan Jambi ke Medan.ý

“Yang paling penting rute ke Padang dan Kualanamu. Sebab Kualanamu akan jadi hub, se­dangkan kalau Padang secara historis banyak orang Padang tinggal di sini,” dia menuturkan.

Baca Juga : Hore! BLT Subsidi Gaji Bakal Cair Lagi, Catat Syaratnya

Dengan adanya terminal baru yang bernuansa mewah dan mo­dern, Bandara Sultan Thaha Jambi kini mulai diproyeksikan oleh PT Angkasa Pura (AP) II untuk menjadi bandar udara internasional.

Agar bisa ditetapkan menjadi bandara internasional, jumlah penumpang yang dilayani Ban­dara Sultan Thaha harus melam­paui 2,5 juta orang per tahun.

Baca Juga : Hari Ini Dilantik Jadi Kapolri, Berikut Sederet Janji dan Program 100 Hari Kerja Listyo Sigit Prabowo

“Syarat jadi bandara interna­sional itu 2,5 juta penumpang per tahun. Jadi kita harus tingkatkan jumlah penumpang sampai di atas 2,5 juta per tahun. Kita akan dorong ke arah sana,” kata Budi.

Budi memperkirakan, pe­num­pang pesawat dari dan ke Jambi akan tumbuh hingga men­capai 2,5 juta orang ýdalam 2 tahun mendatang atau pada 2017. Artinya, Bandara Sultan Thaha bisa menjadi bandara inter­nasional mulai 2017.

“Kalau saya lihat mungkin 2 tahun mendatang sudah bisa jadi bandara internasional. Sekarang 1,6 juta penumpang per tahun,” tuturnya.

Menurutnya, Bandara Sultan Thaha hanya memerlukan sedikit pembenahan fasilitas saja untuk dapat melayani penerbangan internasional. Fasilitas yang ada saat ini sudah cukup bagus, desain bandara pun sudah menarik.

“Pasti ada penambahan fasi­litas kalau untuk jadi bandara internasional, lounge-nya sendiri, check-in sendiri, jadi ada tam­bahan,” ucapnya.

Selain itu, layanan imigrasi dan bea cukai juga harus ada jika bandara ini telah menjadi ban­dara internasional.“Begitu jadi  bandara inter­nasional ada imigrasi, bea cukai,” tutupnya.

Terminal Baru Bandara Sul­tan Thaha memiliki runway sepanjang 2.225 meter. Runway tersebut bisa digunakan oleh pesawat sekelas Boeing 737-800 untuk terbang selama 3 jam, kira-kira paling jauh sampai ke Thai­land.  “Panjang runway 2.225 me­ter. Bisa dipakai Boeing 737-800 sampai Jakarta, Thailand,” tutup Budi. (dtc/met)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]