Jalan Satu Arah di Depan LPC Jadi Biang Kemacetan


Selasa, 29 Desember 2015 - 03:29:12 WIB
Jalan Satu Arah di Depan LPC Jadi Biang Kemacetan

Tidak hanya itu saja, tukang palak juga ber­mun­culan.

Menurut Walikota Pa­dang Mahyeldi Ansha­rul­lah kepada Haluan, Selasa (28/12), dengan ditang­kapnya pemalak di depan LPC, itu salah satu upaya Pemko mem­beri­kan pela­yanan kepada wisatawan.

Sedangkan macet yang melanda kawasan tepi laut (taplau), karena pengen­dara terpusat ke satu titik.

“Biasanya, tambah wa­likota kawasan tersebut tidak macet. Setelah dibe­nahi, pengendara banyak melewati kawasan ter­s­e­but. Apalagi diberlakukan satu jalur di depan LPC. Kita sudah tugaskan SKPD terkait untuk mengawasi persoalan itu,” ucapnya.

Ia juga meminta ma­syarakat jangan terlalu ber­lebihan menyambut per­gantian tahun. Walikota menilai kunjungan wisa­tawan ke Kota Padang men­jadi pertanda kota bing­kuang ini banyak di­minati oleh wisatawan.

Pantauan Haluan men­jelang sore, kemarin, pada pukul 15.00 wib, jalan di depan LPC diberlakukan satu arah. Namun, kondisi macet yang membuat pe­ngendara kesal karena par­kir di tepi jalan yang tidak ditata oleh juru parkir. Kendaraan parkir di depan logo IORA, sehingga jalan yang satu arah tersebut menjadi macet.

Menurut salah seorang pengguna jalan raya, Zal, warga Agam, kalau bisa lokasi yang sudah ditata itu, akan indah jika dikelola dengan baik. Salah satunya parkir di tepi jalan yang kacau seperti itu.

“Mungkin saja Pemko Padang belum menye­dia­kan lahan parkir bagi pe­nik­mat taplau ini. Tapi, kok, juru parkir ini ambil enaknya saja. Mereka me­markirkan kendaraan di pinggir jalan, soal macet mereka tidak mau tahu,” ungkap Zal.

Zal berharap, juru parkir hendaknya dibe­rikan pemahaman oleh pemko bagaimana menjadi juru parkir yang tidak me­rampas hak orang lain. Dapat uang dan bisa me­ngurai kemacetan.

“Kalau saya lihat, me­reka cepat menagih uang parkir. Tapi tidak peduli dengan efek yang ditim­bulkan. Itulah susahnya di tempat kita ini, selesai satu masalah timbul lagi ma­salah lain yang lebih ru­mit,” katanya.

Hal serupa juga diu­capkan oleh Munir 45 ta­hun, warga Pariaman. Se­karang kalau ke taplau tidak bisa menikmati pan­tai dengan sempurna, harus melatih kesabaran dulu, melewati macet.

“Macet di jalan pro­tokol mungkin tidak ma­salah, karena kendaraan yang padat. Kalau macet di taplau, kendaraan yang ‘engak-engak’ itu yang mem­buat macet,” terang Munir.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang Medi Iswandi sebelumnya pernah mengatakan pem­benahan objek wisata terus dilakukan.  (h/ows)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]