Padang Gagal Raih Piala Adipura 2015

Warga Diajak Olah Sampah Rumah Tangga


Selasa, 29 Desember 2015 - 03:32:15 WIB
Warga Diajak Olah Sampah Rumah Tangga Meski jumlah kontainer sampah dirasa sudah cukup, namun DKP masih kekurangan truk penarik kontainer sampah ini .

Warga pun diajak me­ngelola sampah organik dan non organik, agar ke­bersi­han kota meningkat.

Hal itu disampaikan Ka­dis Kebersihan dan Ta­man Kota Padang Afrizal Khaidir. Masyarakat diha­rapkan mengolah sampah rumah tangga, dengan me­milah antara sampah or­ganik dan non organik. “Ka­lau kita lihat ke beberapa kota lain, untuk membayar rekening lisrik, air bahkan untuk uang sekolah anak­nya, bisa dari pengolahan sampah,” katanya.  

Lebih jauh Afrizal me­ngatakan, Kota Padang me­miliki 1 juta penduduk menghasilkan 500 kubik sampah per harinya. Se­dangkan untuk saat ini, Dinas Kebersihan dan Per­tamanan (DKP) hanya mam­pu mengolahnya 20 %.

Terkait persoalan kon­tainer sampah yang kele­bihan muatan, Afrizal me­ngatakan, Kota Padang ke­ku­rangan truk penarik kon­tainer tersebut. “Ke depan secara berangsur keku­ra­ngan ini akan kita tutupi,”  katanya.

Sedangkan terkait ke­gagalan Padang meraih Adi­pura di tahun 2015 ini, Afrizal menjelaskan, me­tod­a yang digunakan kali ini berbeda dengan metoda-metoda sebelumnya. Pada medota sebelumnya, pem­dalah yang menentukan konten-konten yang akan dinilai untuk diajukan ke­pada tim penilai.

Sementara untuk tahun ini dan kedepan, penilaian Adipura dilakukan oleh tim itu sendiri tanpa adanya pemberitahuan. “Bahkan saat mereka melakukan pe­nilaian pun kita tidak tahu. Yang kita tahu hanya jadwal mulai dan selesainya saja, sehingga kita tidak heran, jika kota-kota yang selama ini langganan Adipura gagal mempertahankannya,” tam­bah Afrizal.

Lebih jauh Afrizal Khai­dir menjelaskan, untuk pe­ni­laian Adipura tahun ini, tidak hanya bagaimana kota itu bersih dari sampah, namun juga meliputi item-item ter­tentu seperti jalan, peru­mahan, pasar, perkan­toran, pe­labuhan, tempat wisata serta pengolahan sampah.

“Untuk komplek peru­mahan harus ada proses pemilahan dan pengolahan sampah, yakni sampah or­ganik dan non organik dan itu masih belum dilakukan secara maksimal, serta sa­ngat disayangkan sampai saat ini sejak tahun 2009, pasar kita masih bersifat darurat,” jelas Afrizal.

“Ke depan, ini yang akan kita tingkatkan, serta di bagian pertamanan kita akan membangun beberapa taman-taman yang indah seperti di Jalan Juanda dan beberapa jalan lainnya. Se­dangkan antara Jalan Sisingamangaraja dengan Jalan Dr Rasidin, kita akan membangun taman yang besar yang akan diberi nama Taman Bundo Kanduang,” terangnya.  (h/mg-ysn)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]