Ikuti Program YSEALI Yayasan Obama

Mahasiswa IAIN ke AS Belajar Pluralisme


Selasa, 29 Desember 2015 - 03:46:28 WIB
Mahasiswa IAIN ke AS Belajar Pluralisme

Kabar tersebut tentu saja sangat menggembirakan bagi anak petani getah dari Desa Pasar Rantau Embacang, Kabupaten Bungo, Propinsi Jambi itu. Betapa tidak, dia akan berada di negara adidaya itu selama 40 hari.

Undangan itu diterima Ade melalui Yayasan Obama, salah satu Program Religius Plu­ra­lisme In America atau Young Sou­­theast Asia Leaders Ini­tiative (YSEALI) yang telah berdiri sejak tahun 2013.

“Insya Allah, Senin,l 4 Ja­nuari 2016 saya bersama Khai­rani Auridha (mahasiswi jurusan Tafsir Hadis) dan empat orang teman lainnya dari UMSU Me­dan dan Universitas Sriwijaya, segera bertolak ke Amerika Serikat, tepatnya di Temple Uni­versity Philadelphia Pen­nsy­lvania,’’ sebutnya didampingi dosen pembimbingnya Drs. Mak­sus, di Padang, Senin, (28/12).  

Menurutnya, dia memang sempat menautkan mimpi dan bercita-cita untuk bisa ke negeri Paman Sam itu. Dan akhirnya cita-citanya kesampaian juga. Sejak tahun 2013 lalu, di dunia maya melalui media sosial face­book (FB), dia sudah sering menyandingkan fotonya dengan patung  Liberty. Mahasiswa yang berlatar belakang disiplin ilmu umum SD, SMP dan SMA di Desa Tanah Sepenggal Bungo Jambi ini, begitu dinyatakan lolos oleh tim seleksi merasa bermimpi di siang bolong. Ka­rena, telah mengantongi tiket dan izin untuk belajar ke Ame­rika atas utusan kepercayaan IAIN Imam Bonjol Padang.

“Bagi saya besar sekali nilai lembaga ini. Karena dari ratusan ribu orang mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi umum dan agama, ternyata saya mampu berbuat yang terbaik untuk lembaga ini. Tentunya, jasa ini tidak akan pernah saya lu­pakan,” katanya.

Ade dalam kesehariannya di lingkungan kampus terbilang sangat sederhana. Dia bercita-cita setelah tamat kuliah nanti menjadi Dewan Perdamaian Dunia. Putra pertama dari 5 bersaudara pasangan M Fauzi dengan Juairiah itu, selama kuliah di IAIN dan hingga saat ini semester VII, sehari-hari tinggal menetap di Mushala Jamiatul Khairat, Anduring, Ketaping Padang.

Karena untuk kos di tempat lain seperti teman-teman lainnya, dana tidak mencukupi.

Guna memperbanyak pe­nge­tahuan, disela-sela kesibukanya sehari-hari, oleh dosen pem­bim­bingnya Maksus, Ade dia­njurkan membaca buku umum, agama dan bahasa Inggris minimal perharinya sebanyak 100 ha­laman. Awalnya anjuran itu berat dan sulit untuk diterapkan. Tapi, karena sabar dan tawakkal serta yakin bahwa itu adalah untuk kebaikan, maka berkahnya luar biasa. Berkat yakin dan sabar itu pula maka sejumlah prestasi bisa ditorehkan dan bisa mengikuti seleksi yang digelar oleh YSEALI tersebut.

Dipilihnya Amerika sebagai daerah yang akan dikunjungi selama menjadi mahasiswa IAIN Imam Bonjol Padang, pada da­sarnya karena negara tersebut saat ini bisa salah satu pusat peradaban dunia yang sebe­lumnya adalah Yunani, Eropa dan Timur Tengah.

“Saya ingin mempelajari pola hidup beragama di negara tersebut termauk juga tentang bagaimana peradaban dunia dengan segala penerapannya. Karena, ketika berbagai disiplin sudah dimiliki maka itu adalah salah satu celah untuk bisa membantu dan saling terbuka dalam segala hal. Sehingga tidak akan muncul saling curiga dalam hidup yang terdiri dari berbagai suku, agama, bahasa dan budaya dan negara-negara yang berbeda, khususnya perbandingan bagi Indonesia,” ujar Ade.

Rektor IAIN Eka Putra Wir­man kepada wartawan men­g­a­kui, bahwa mahasiswa yang berprestasi akan diprioritaskan untuk terus mewujudkan cita-citanya. Negara mana saja yang akan dikunjungi untuk belajar, pi­hak kampus pasti akan men­dorong dan memfasilitasinya. (h/rel)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]