Ranah Minang Berpotensi Jadi Lumbung Durian Nasional


Rabu, 30 Desember 2015 - 02:32:48 WIB
Ranah Minang Berpotensi Jadi Lumbung Durian Nasional

Kata Afda, menurut pe­nelitian, panen durian di kabupaten/kota yang ada di Sumbar tidak serentak, ada beberapa selisih waktu da­lam panen durian antara satu kabupaten dengan ka­bupaten lainnya, sehingga kalau pengelolaan yang baik dilakukan oleh petani, ma­ka durian yang dihasilkan dari Sumbar, akan bisa me­menuhi kebutuhan buah durian bagi daerah di luar Sumbar.

Dijelaskan, sebagian be­sar kabupaten/kota yang ada di Sumbar merupakan daerah penghasil buah du­rian. Buah yang hanya mu­sim sekali dalam setahun ini selalu ditunggu keha­di­ran­nya oleh masyarakat.

Baca Juga : Masa Reses DPRD Padang, Irawati Meuraksa Siapkan Program Tepat Guna untuk Masyarakat

Tetapi pada tahun ini banyak yang masyarakat kecewa terhadap hasil pa­nen buah durian ini. Keke­cewaan ini diakibatkan oleh kualitas durian yang turun sangat jauh dibanding de­ngan tahun-tahun sebelum­nya. Durian yang banyak beredar dipasaran pada saat ini banyak yang terasa ham­bar serta kualitas buahnya kurang bagus.

Menurut Afda, kondisi ini terjadi dikarenakan oleh beberpa faktor. “Buah du­rian yang dipanen pada tahun ini cenderung me­miliki rasa yang sedikit hambar, serta kondisi buah yang sedikit buruk. Salah satu penye­babnya adalah pengaruh dari paparan asap yang melanda wilayah Sum­bar pada beberapa waktu lalu, di mana pada saat bencana kabut asap me­landa, durian pada saat itu baru berbunga dan berputik, sehingga zat-zat berbahaya yang terkandung dalam ka­but asap tersebut, meng­ganggu proses fotosintesa dari durian tersebut,” ka­tanya.

Baca Juga : Ada Perbaikan Pipa Perumda AM Kota Padang di Lubuk Minturun, Siap-siap Tampung Air!

Faktor kabut asap bukan merupakan satu-satunya faktor yang menyebabkan rendahnya kualitas dari durian. Pengelolaan yang kurang baik juga menjadi pemicu buruknya kualitas buah durian yang dipanen.

Afda mengungkapkan, sebagian besar petani yang ada di Sumatera Barat cen­derung kurang serius dalam mengelola atau merawat durian ini.

Baca Juga : Tanaman Hias Jenis Keladi Paling Banyak Dicari Emak-emak di Padang

“Bibit durian yang ba­nyak tumbuh di Sumbar, rata-rata hasil dari sisa biji durian yang dimakan ma­syarakat, serta hasil dari bekas buah durian yang dimakan oleh binatang se­perti monyet, tanpa ada proses penyeleksian bibit terlebih dahulu. Dengan kondisi ini maka kualitas durian yang dihasilkan tidak akan maksimal, berbeda hasilnya ketika para petani benar-benar membibitkan durian, kemudian menan­am­nya, maka hasil yang diperoleh akan lebih bagus dan maksimal,” ungkapnya. (h/mg-bay)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]