1.000 Kasus DBD Terjadi Sepanjang 2015


Rabu, 30 Desember 2015 - 02:33:10 WIB
1.000 Kasus DBD Terjadi Sepanjang 2015

Data di Dinas Kesehatan Kota Padang, empat tahun terakhir kasus DBD fluk­tuatif. Di tahun 2012 cukup tinggi mencapai 1.600 kasus dan di tahun 2013 me­nga­lami penurunan menjadi 960 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Eka Lusti, Selasa (29/12), men­je­las­kan, kasus DBD ini berjang­kit karena pancaroba atau cuaca yang berubah-ubah. Jika ditemukan penderita DBD positif selalu akan dilakukan fogging.

Baca Juga : Tahun 2020, Capaian PAD Perumda AM Kota Padang Melebihi Target

“Fogging itu ada ta­ha­pannya, jika sudah Kejadian Luar Biasa (KLB) akan kita lakukan fogging kasus,” ucap Eka Lusti.

Ia menambahkan, pe­nyakit ini bisa dikatakan positif jika trombosit pasien di bawah 100. Namun, di akuinya diagnosa dokter di rumah sakit kadang kala tidak tepat atau meleset.

Baca Juga : Perumda AM Kota Padang Umumkan Pemenang Lomba Karya Tulis Artikel HUT ke-46 Tahun

“Dikatakan pasien pen­derita DBD kalau trom­bositnya di bawah 100. Itu­lah yang sering kita sa­yan­g­kan diagnosa dokter kadang tidak tepat. Tidak semua demam itu kita kategorikan DBD,” terang Eka.

Jika di awal tahun 2016 DBD masih mengalami pe­ningkatan, maka akan di­lakukan fogging kasus, se­bab tidak bisa fogging itu tiap sebentar dilakukan.

Baca Juga : Ada 52 Kasus Pernikahan di Bawah Umur di Kota Padang Tahun 2020, Penyebab Utama 'Hamil Duluan'

“Fogging dilakukan un­tuk membunuh nyamuk D­BD saja. Kalau tiap se­bentar fogging mana anggarannya, sebab fogging itu butuh anggaran cukup besar,” pungkas Eka.

Eka berharap kepada ma­sya­rakat Kota Padang untuk membudayakan hi­dup sehat agar terhindar dari nyamuk penyebab DB­D. De­ngan hidup sehat dan bersih penyakit akan jauh. Kalau untuk nyamuk DBD ciptakan lingkungan yang kering, jangan biarkan air tergenang.

Baca Juga : Cuma 2 Menit, Cetak Dokumen Kependudukan di Disdukcapil Kota Padang dengan Anjungan Dukcapil Mandiri

“Yang namanya peri­laku itu harus kita ubah. Seperti masyarakat Koto Tangah, Kuranji yang sering menderita DBD sekarang saatnya kita ciptakan hidup bersih. Mencegah lebih baik mengobati,” tutup Eka Lusti mengakhiri.(h/ows)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]