Sepanjang 2015, 19 Penderita DBD di Sumbar Meninggal


Rabu, 30 Desember 2015 - 02:52:10 WIB
Sepanjang 2015, 19 Penderita DBD di Sumbar Meninggal

Peningkatan tersebut terpapar dalam Analisis Situasi DBD Dinas Kese­hatan (Dinkes) Sumbar yang dirilis kemarin (29/12). Kepala Dinkes Sumbar Rosnini Savitri melalui Ke­pal­a Bidang Pe­nang­gu­la­ngan Penyakit dan Pe­nye­hatan Lingkungan (P2PL) Irene Susilo menyatakan, temuan kasus meningkat tajam di beberapa kabu­paten/kota saat telah berada di pengujung tahun.

“Tahun ini kasus DBD ditemukan di 19 kabupaten/kota di Sumbar. Tertinggi itu Kota Padang dengan 944 kasus, lalu Tanah Datar dengan 345 kasus dan Agam dengan 265 kasus. Se­dang­kan yang terendah ada di Kepulauan Mentawai, ha­nya 24 kasus sepanjang ta­hun ini,” jelas Irene kepada Haluan, Senin (29/12).

Namu jika diban­dingkan antara jumlah temuan de­ngan jumlah penduduk sua­tu daerah, maka Kota Bu­kittinggi merupakan ka­wasan dengan kepadatan temuan tertinggi dengan 237,42 per 100.000 pen­duduk. Sedangkan yang terendah adalah Kabupaten Pasaman Barat dengan te­muan 19,09 per 100.000 penduduk. Total ada enam kabupaten/kota dengan angka kesakitan (IR) DBD melebihi target nasional 2015, antara lain Kota Padang, Kota Bukittinggi, Kota Pariaman, Kota Pa­dang Panjang, Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar.

Sedangkan untuk angka ke­matian, Kota Padang men­­jadi yang tertinggi de­ngan 8 kasus kematian, di­ikuti Kabupaten Dhar­mas­raya dengan 6 kasus, Kota Sawahlunto dengan 3 kasus dan Kabupaten Padang Pa­riaman dengan 2 kasus. Selebihnya, Pariaman, Kota Solok, Payakumbuh, 50 Kota, Agam, Kab. Solok, Tanah Datar, Padang Pan­jang, Sijunjung dengan satu kematian dan di enam kabu­paten/kota lainnya tidak terdapat kasus kematian.

Irene menerangkan, se­lain Kepulauan Mentawai, seluruh kabupaten/kota di Sumbar merupakan ka­wa­san endemis, sedangkan Men­tawai masih tergolong ka­wasan sporadis. Dan se­perti di sebagian besar wil­a­yah di Indonesia, jumlah pe­ning­katan kasus memang me­ningkat pesat jelang akhir tahun dan mencapai pu­n­cak­nya pada Januari-Februari di tahun be­rikut­nya.

“Menjelang akhir tahun memang meningkat pesat karena curah hujan dan populasi nyamuk yang mem­bawa virus dengue juga meningkat. Tapi kemudian akan berangsur turun dan mencapai titik terendah pada Agustus dan Sep­tem­ber setiap tahunnya,” jelas­nya lagi.

Meskipun angka temuan meningkat dari tahun ke tahun, namun selama lima tahun terakhir terjadi pe­nurunan angka kematian yang cukup signifikan. Jika pada 2007 terdapat 2.189 kasus dengan 24 kasus me­ninggal, maka pada akhir 2014 lalu dari 2.311 kasus meninggal dapat ditekan ditekan menjadi 10 ke­ma­tian saja.

“Penurunan angka ke­matian adalah bentuk ke­ber­hasilan dalam pe­nang­gulangan kasus yang dite­mukan. Artinya penanganan kasus kesakitan di pus­kes­mas dan rumah sakit ter­hitung sudah maksimal,” jelasnya lagi.

Kesadaran Masih Lemah

Pengendalian nyamuk sebagai vektor pembawa virus dengue yang me­nye­babkan manusia terjangkit DBD menjadi satu ke­me­s­tian, namun pengendalian tersebut diakui tidak akan maksimal tanpa peran serta masyarakat.

Sejauh ini, lanjut Irene, Dinkes Sumbar sebagai lea­ding sector telah melakukan berbagai metode pe­ngen­dalian vektor, baik secara kimiawi, biologi, ma­na­jemen lingkungan, pem­berantasan sarang nyamuk serta pengendalian vektor terpadu.

“Upaya pemberantasan penyakit DBD oleh pe­me­rintah dengan peran serta masyarakat sendiri me­lip­uti pencegahan, pe­nemuan, per­tolongan dan pelaporan, penyelidikan epi­demiologi dan pe­ngamatan penyakit DBD, penanggulangan se­per­lunya, penanggulangan lain dan penyuluhan. Na­mun, berbagai kendala ma­sih kami temukan untuk melakukan itu semua secara optimal,”

Ia merincikan kendala tersebut, pertama, perihal kesadaran masyarakat da­lam mendukung kegiatan pem­berantasan sarang nya­muk penular virus dengue yang lemah, terlihat dari kurangnya perhatian pada kebersihan lingkungan. (h/mg-isq)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]