Pemkab Solok Putuskan Kontrak dengan Rekanan ‘Nakal’


Rabu, 30 Desember 2015 - 02:53:23 WIB
Pemkab Solok Putuskan Kontrak dengan Rekanan ‘Nakal’

Hal ini diungkapkan Pj Bupati Solok, Devi Kurnia di Arosuka, Selasa (29/12). “Kita tak ingin main-main dengan hukum, untuk itu kita putuskan saja  kontarak kerja dengan rekanan  yang  mengerjakan proyek asal- asalan dan rekanan yang tak mampu menyelesaikan pe­kerjaan sampai batas waktu yang sudah ditentukan,”ujar Devi Kurnia.

Lebih jauh Devi Kurnia merinci, ada lima proyek yang  diputuskan kontrak kerjanya, yaitu proyek lan­jutan pembangunan kantor Bappeda, proyek fisik pada Dinas Pertanian, pem­ba­ngunan Puskesmas Ala­han Panjang, pembangunan em­bung di Nagari Sariek Ala­han Tigo dan proyek pe­nga­daan komputer pada Dinas Pendidikan.

Baca Juga : Tunjang Pariwisata, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Pariaman Anggarkan Pengembangan Agro Eduwisata

Saat ini,pihak Pemkab Solok minta BPKP untuk mengaudit  proyek yang telah diputuskan kontrak kerjanya itu. Berdasarkan hasil audit BPKP itu nan­tinya Pemkab Solok akan  membayarkan  sisa biaya pembangunan. Kemudian  Pemkab Solok juga akan menagih  pengembalian kelebihan pembayaran.

“Jika pihak rekanan  keberatan dengan pemu­tusan kontrak kerja ini, maka dipersilahkan  untuk menggugat Pemkab Solok di pengadilan,”kata Devi Kurnia.

Baca Juga : Safari Jumat, Kapolsek Tilatang Kamang Bagikan Nasi Kotak

Dikatakan Devi Kurnia, pemutusan kontrak kerja ini dilakukan untuk mem­be­rikan efek jera terhadap rekanan nakal, karena jika ini dibiarkan atau diberi toleransi, maka akan men­jadi preseden buruk di masa yang akan datang. Akibat­nya,rekanan kita tak pernah bisa bekerja secara pro­fessional.

Disamping itu, pe­mu­tusan kontrak kerja ini juga sangat berimbas pada se­rapan anggaran. Serapan APBD Kabupaten Solok tahun 2015 saat ini sudah men­capai angka 90%. De­ngan adanya pemutusan kon­trak kerja ini maka sera­pan APBD sampai akhir tahun paling maksimal 91%.

Baca Juga : Rumah Tahfidz Quran Al Hajjar Pessel Diresmikan

Diakui Devi Kurnia, pe­mu­tusan kontrak kerja bu­kan­lah satu satunya pe­nye­bab tak maksimalnya sera­pan anggaran. Adanya pro­yek yang gagal tender juga menjadi salah satu penyebab tidak maksimalnya serapan anggaran.

Terkait hal ini, Kepala ULP Kabupaten Solok, Yu­nas­man mengakui adanya proyek gagal tender. Proyek gagal tender ini terjadi ka­rena tidak ada satupun re­kanan yang memenuhi kua­lifikasi untuk mengerjakan proyek tersebut.

Baca Juga : Jembatan Putus Akibat Banjir, Warga Kampung Salak Jalamu Pessel Terisolasi

“Ada beberapa proyek yang gagal tender, di an­taranya proyek pengadaan alat peraga SD dan SMP, proyek mikro zonasi pada Dinas Pertambangan dan proyek pengadaan bahan bangunan untuk bantuan korban kebakaran di Talang Babungo,”kata Yunasman. (h/eri)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]