Jelang Malam Tahun Baru

Akses ke Jam Gadang Ditutup


Rabu, 30 Desember 2015 - 02:57:19 WIB
Akses ke Jam Gadang Ditutup

Meski penutupan arus itu bersifat situasional, namun dalam rencananya polisi akan menutup arus mulai pukul 17.00 WIB hingga pukul 01.00 WIB pada Jumat (1/1) dinihari.

Menurut Kasat Lantas Polres Bukittinggi AKP Rio Sigal Hasibuan, penutupan arus itu dilakukan di ber­bagai titik yang mengarah ke Jam Gadang, mulai dari Simpang Capella Jalan Sudir­man, Simpang Jembes, Tugu Polwan, Simpang DPRD, Sim­pang Ngarai, kawasan Benteng, Simpang Mandiangin, Pasar Banto serta seluruh titik lainnya yang mengarah ke kawasan Jam Gadang.

Baca Juga : Tebar Amal Jariah di Kawasan Pelosok, Audy Joinaldy Apresiasi Konco Arek Sahati

“Kalau pengunjung yang membawa kendaraan ingin ma­suk jantung kota atau kawasan Jam Gadang, sebaiknya harus dari siang hari atau sebelum waktunya penutupan arus. Begitu juga yang ingin memarkir ken­daraan di Gedung Parkir Jalan Perintis, sebaiknya datang se­belum waktu penutupan arus kendaraan,” ujar Sigal.

Sigal juga mengatakan, pihak­nya telah mengimbau pengelola hotel melalui Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bukittinggi, agar mewanti-wanti tamu hotel untuk tiba di hotel sebelum jadwal penutupan arus.

Baca Juga : Ahli Epidemiologi: Kesuksesan Vaksinasi Tahap Pertama Jadi Tolak Ukur Pelaksaan Selanjutnya

“Jika memang tamu hotel tidak bisa datang sebelum waktu penutupan arus, maka nantinya pihak hotel harus ber­tanggungj­awab menjemput tamu hotel itu dengan menggunakan mobil hotel. Jadi nanti jelas mana yang pengunjung atau tamu hotel,” jelas Sigal.

Seperti pada tahun se­belum­nya, kawasan Jam Gadang d­i­prediksi akan dipenuhi lautan manusia pada saat malam tahun baru 2016. Percikan api yang berwarna-warni dari ribuan kembang api yang menghiasi menara jam hadiah dari Ratu Belanda itu menjadi magnet wisata bagi wisatawan dari ber­bagai daerah di Indonesia.

Baca Juga : 28 Formasi CPNS Sumbar Masih Kosong, Dokter Spesialis Terbanyak

Seperti yang juga terjadi se­belum­nya, puluhan ribu hingga ratusan pengunjung yang datang ke Kota Bukittinggi juga di­pre­diksi akan berdampak pada kemacetan panjang di berbagai ruas jalan Kota Bukittinggi, serta di kawasan perbatasan kota.

Menghadapi kondisi tersebut, polisi juga mengimbau masya­rakat pengguna jalan untuk mematuhi setiap aturan maupun rambu-rambu, sebagai langkah mengantisipasi kemacetan, ke­se­m­rawutan hingga meminimalisir angka kecelakaan.

Baca Juga : Heboh Siswa Pakai Jilbab di Padang! Bundo Kanduang: Minang Tak Pernah Terjadi Konflik, Sudahi Pertikaian dan Jangan Diperuncing Lagi

Jelang malam tahun, petugas lapangan juga akan mengarahkan pengendara untuk tidak masuk ke dalam kota, sehingga mereka tidak terjebak dalam situasi macet pan­jang, termasuk menambah rambu-rambu pengatur arus lalu lintas untuk mensiasati ke­pa­datan kendaraan.

Bagi pengendara dari arah Kota Padang yang tidak bertujuan ke Bukittinggi dan hanya me­lin­tasi Kota Bukittinggi, setidaknya ada beberapa jalur alternatif yang sama sekali tidak menyentuh Kota Bukittinggi, agar terhindar dari kemacetan panjang.

Jalur alternatif itu berada di jalur Koto Baru yang bisa tembus ke Simpang Tanjung Alam atau ke kawasan Biaro dan Baso, jalur Banuhampu yang juga bisa tem­bus ke Simpang Tanjung Alam atau ke kawasan Biaro dan Baso, dan masih banyak jalur alternatif lainnya yang bisa ditempuh. Begi­tu juga untuk arah sebaliknya. (h/wan)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]