Warga Harap Pasar Nagari Tanjung Gadang Direvitalisasi


Kamis, 31 Desember 2015 - 04:03:33 WIB
Warga Harap Pasar Nagari Tanjung Gadang Direvitalisasi

Pasar tra­­disional yang diperkirakan sudah berdiri se­­jak puluhan tahun silam yang merupakan pu­sat transaksi warga dari 9 nagari yang ada di ­kecamatan Tanjung Gadang itu, meng­ha­rap­­kan sentuhan perbaikan dan pengem­ba­ngan.

“Pasar ini sempat ter­bakar pada 2007, lalu diba­ngun kembali dengan dana partisipatif. Namun areal pasar ini sudah tak mampu lagi menampung banyaknya warga yang datang bertran­saksi ke sana. Pasar ini harus segera direvitalisasi untuk memberikan kenyamanan bagi warga,” kata Walinagari Tanjung Gadang, Syukri, saat kunjungan anggota DPD RI asal Sum­bar Nofi Candra, Selasa (29/12).

Syukri menyebutkan, me­ningkatkan citra pasar tra­disional sudah semes­ti­nya mendapat perhatian yang cukup besar dari peme­rin­tah, karena pasar ber­kai­tan dengan hajat hidup orang banyak. Lantaran itu, pa­sar yang berdiri di areal ku­rang dari 1 hektare itu, ha­rus direvitalisasi secara me­nye­luruh. Lokasi untuk me­nam­pung pedagang yang se­be­lumnya terdiri dari bebe­ra­pa los bangunan, diharap­kan untuk dibangun ber­ting­kat, sehingga mampu menam­pung warga yang ber­aktivitas di sana. Apalagi po­sisi pasar itu di pinggir ja­lan lintas Sumatera. Pada ha­ri pasar, Sabtu, pasar itu ma­cet.  

Ia menuturkan, untuk merevitalisasi pasar itu dibutuhkan anggaran yang cukup besar. APBD Sijun­jung tak bisa diandalkan untuk revitalisasi itu. Oleh ka­rena itu, pihaknya ber­harap melalui Nofi, pasar itu bisa direvitalisasi de­ngan dana pemerintah pu­sat, seperti yang dilakukan Nofi untuk pasar tradisional di Kota Solok dan pasar nagari Sijunjung.

Menanggapi aspirasi ma­­sya­rakat tersebut, Nofi me­nyebutkan, peran pasar tra­disional sangat strategis da­lam meningkatkan pen­da­patan dan penyerapan te­naga kerja. Maka, pem­ba­ngu­nan sektor perdagangan me­rupakan salah satu pro­gram utama yang mesti di­kem­bangkan di suatu da­erah.

Akan tetapi, kata Nofi, di balik peran pasar tra­disio­nal itu diperlukan upa­ya untuk meningkatkan  daya saing pasar tradisional yang identik kumuh, kotor dan bangunan yang tak layak pakai. “Belum lagi kesem­ra­wutan yang merupakan sum­ber kemacetan lalu lin­tas, melengkapi persoalan pasar tradisional di tiap daerah,” sebut Nofi.

Menurutnya, pembe­na­han pasar tradisional bukan saja tugas  pemerintah, teta­pi juga masyarakat, penge­lola pasar dan para pedagang tradisional untuk bersinergi menghapus kesan negatif tersebut. “Pembenahan pa­sar tradisional itu penting untuk membangun eko­no­mi rakyat. Kami akan men­co­ba untuk mem­perjuang­kan­nya melalui kemen­te­rian terkait,” imbuh Nofi. (h/ndi)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]