Gagal Panen Akibat Limbah TPA

30 Petani Terima Ganti Rugi dari Pemprov


Kamis, 31 Desember 2015 - 04:04:54 WIB
30 Petani Terima Ganti Rugi dari Pemprov Sebanyak 30 petani yang sawahnya gagal panen akibat limbah TPA menerima ganti rugi dari Pemprov Sumbar. Terlihan salah seorang petani menerima uang ganti kerugian gagal panen. (ZUL)

Dana ganti kerugian se­besar Rp600 juta itu di­per­untukkan buat 30 petani yang berdomisili di Ke­lura­han Padang Karambia dan Kelura­han Sawah Padang, Keca­matan Payakumbuh  Selatan.

Penyerahan dana ganti kerugian itu berlangsung di aula Balaikota Payakum­buh, Rabu (30/12). Disak­sikan Wakil Walikota H. Suwandel Muchtar, Ka­pol­resta AKBP Yuliani, SH,  Sekdako H. Benni Warlis, Asisten III Iqbal Bermawi, Kepala UPTD TPA Re­gional  Sirdani,  Kadis Tata Ruang dan Kebersihan Elfi Jaya, Kadis Tanaman P­a­ngan Zurlinda Kamal, Ca­mat Pa­yakumbuh Selatan Doni Prayuda, Kasatpol PP Fauzi Firdaus, Kapolsekta AKP Rusyirwan, Danramil 01 dan lurah serta LPM kelurahan setempat.

Baca Juga : Tebar Amal Jariah di Kawasan Pelosok, Audy Joinaldy Apresiasi Konco Arek Sahati

Penyerahan  dana ganti kerugian itu sangat terbuka,  disaksikan banyak pihak. Setiap petani me­nan­da­tangani sesuai daftar nama yang ada, by name by adress. Terendah menerima Rp21 juta dan tertinggi Rp60 juta. Ketua Keltan Amanah Adri, mengucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya, atas kepedulian pemko dan pem­prov dalam menyikapi per­soalan petani ini. “Kami akan gunakan uang ini un­tuk kebutuhan pertanian dan keluarga,” ungkapnya.

Ganti kerugian itu di­be­rikan Pemprov Sumatera Barat, karena diakui lebih kurang 6 hektar lahan per­tanian masyarakat yang ter­gabung dalam Keltan Ama­nah,  gagal  4 kali  panen. Disebabkan, ada­nya kolam lindi yang bocor, sehingga limbahnya me­rusak areal persawahan penduduk se­tem­pat. Dinas Tanaman Pa­ngan Pa­ya­kumbuh bersama PPL ikut melakukan kla­rifikasi da­lam penentuan sawah yang gagal panen.

Baca Juga : Ahli Epidemiologi: Kesuksesan Vaksinasi Tahap Pertama Jadi Tolak Ukur Pelaksaan Selanjutnya

Ganti kerugian Rp600 juta itu, juga diperjuangkan dua anggota DPRD Su­ma­tera Barat, Yulfitni Djasiran dan Darman Siladi, saat petani dan warga setempat melakukan unjuk rasa, se­kitar Agustus 2015. Yaitu dengan menghalani truk sampah masuk ke lokasi TPSA di Kelurahan Kapalo Koto, Payakumbuh Selatan.

Wakil Walikota Su­wan­del Muchtar dan Kapolresta Yuliani, sama-sama ber­ha­rap, agar uang yang dite­rima, dimanfaatkan buat kebutuhan peningkatan per­tanian ke depan. Jangan digunakan untuk hal-hal konsumtif. Keduanya juga berharap, tak ada lagi gaduh pasca penerimàn uang itu. Dengan harapan, ke depan petani setempat mampu meningkatkan hasil pro­duksi mereka.

Baca Juga : 28 Formasi CPNS Sumbar Masih Kosong, Dokter Spesialis Terbanyak

Terhadap lahan per­ta­nian yang pernah ter­cemar oleh limbah sampah itu, dikatakan Kepala UPTD TPA Regional, Sirdani, mu­dah-mudahan tak terjadi lagi. Ia menjamin, akan selalu memantau kolam lindi, agar tak mengalami kebocoran dan merusak sawah warga. (h/zkf)

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]