Pengguna Narkoba di Sumbar Meningkat


Kamis, 31 Desember 2015 - 04:24:56 WIB
Pengguna Narkoba di Sumbar Meningkat

Mengingat sangat seriusnya ancaman peredaran narkoba yang menyasar dan menyisir wilayah perkotaan hingga pelosok kampung di Sumbar, maka antisipasi oleh orang tua, mamak, uda, guru, mubaligh, ulama, organisasi remaja dan pemuda serta lainnya agar semakin ketat memberikan pengawasan terhadap famili, tetangga dan keluarganya.

Penyalahgunaan Narkoba belakangan ini semakin menjadi momok di Sumatera Barat pada Tahun 2015 meningkat sebanyak 626 kasus. Jika dibandingkan dengan tahun 2014, angka ini tentu sangatlah tinggi karena pada tahun lalu kasus penyalahgunaan Narkoba ‘hanya’ mencapai 389 kasus.

Baca Juga : Kenaikan Tarif PPN: Kontradiksi Opsi di Tengah Pandemi

Selama tahun 2015, dari 626 kasus, 548 kasus sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) atau P-21. Sementara sisanya sebanyak 78 kasus masih dalam proses penyelidikan. Pengguna Narkoba pada tahun 2015 didominasi masyarakat usia 30 tahun ke atas dengan jumlah pengguna 462 kasus, diban­dingkan Tahun 2014 hanya 242 kasus, disusul oleh usia remaja 16 hingga 19 tahun meningkat dari 34 pengguna menjadi 67 pelaku, namun usia 20-29 tahun jumlah pengguna barang haram tersebut sedikit bisa kita tekan menjadi 33 pengguna dari 225 pengguna pada tahun lalu.

Sedangkan jumlah kasus peredaran narkoba di Kota Padang selama 2015 juga mengalami peningkatan yang cukup pesat. Jika pada tahun 2014, jumlah kasus narkoba yang masuk dalam laporan di Polresta Padang hanya 58 kasus, tahun 2015 mencapai 204 kasus. Dari jumlah tersebut, oknum polri menempati posisi tertinggi dengan jumlah pelaku mencapai delapan orang, disusul anak-anak sebanyak tujuh orang, oknum TNI satu orang, PNS, tiga orang, masyarakat umum mencapai 267 orang, serta karyawan BUMN sebanyak dua orang. Adapun jumlah Barang Bukti (BB) sendiri adalah, ganja sebanyak 22 kilogram, sabu-sabu seberat delapa ons, dan ekstasi mencapai 706 butir.

Baca Juga : Profesi Pelayanan Publik, Harus Jadi 'Role Model' Pelaksanaan Protokol Kesehatan

Mengenai meningkatnya jumlah pengguna pada kalangan remaja, sangatlah mengkhawatirkan. Pergau­lan dan lingkungan mempengaruhi maraknya penggu­naan obat-obatan terlarang oleh kalangan anak muda dan remaja. Untuk itu butuh pengawasan dari semua pihak, baik itu masyarakat, Polri, BNN, dan instansi terkait untuk menekan jumlah pengguna zat adiktif tersebut. Caranya adalah, penyuluhan demi penyuluhan kepada remaja dan anak muda harus gencar dilakukan oleh instansi terkait.

Ada data pengguna narkoba yang mengkhawatirkan di lingkungan Polresta Padang. Ternyata jika dikelom­pokkan para pengguna narkoba yang mendosminasi dominasi oleh anggota polisi. Sebagimana angka yang diungkapkan pihak Polresta Padang di tahun 2015 ini ada 8 anggota polisi yang terlibat dalam peredaran narkoba. Tentu ini sama saja halnya dengan pagar makan tanaman atau tungkek nan mambao rabah. Perlu perbaikan sikap mental terhadap personel yang. Karena semestinya   polisi memberikan contoh tauladan yang baik kepada masyarakat. Bukan justru sebaliknya. Hukum harus diteggakan, termasuk bagi aparat penegak hukum yang memang terbukti memiliki, menggunakan atau menyimpan narkoba. Tetapi keterlibatan beberapa orang oknum aparat dalam kasus narkoba, bukan berarti semua aparat terlibat narkoba. Masih banyak aparat yang baik dan bersih. **

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]